Intime – Pengamat politik Nurul Fatta menyoroti perubahan respons mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait wacana Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali berpasangan pada Pilpres 2029.
Jika sebelumnya Jokowi kerap mengarahkan relawan untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode, belakangan ia memilih menyebut Pemilu 2029 masih lama.
Menurut Fatta, jawaban tersebut memang tidak keliru. Namun, respons itu dinilai berbeda dari sikap Jokowi sebelumnya yang dinilai lebih terbuka dalam mengarahkan dukungan politik kepada pasangan tersebut.
“Dulu Jokowi kerap mengarahkan relawan mendukung Prabowo-Gibran dua periode. Belakangan, jawabannya berubah, kata Jokowi, ‘Pemilu 2029 masih lama’. Jawaban itu tidak salah, tetapi tak setegas dahulu, seperti layar yang mulai diputar mengikuti arah angin,” kata Fatta, Rabu (14/10).
Fatta menilai perubahan respons Jokowi patut dicermati di tengah dinamika politik menjelang Pilpres 2029. Terlebih, sejumlah partai politik di parlemen, yakni Golkar, PAN, Gerindra, dan PKB, telah menyatakan dukungan agar Prabowo kembali menjabat presiden untuk periode kedua.
Meski demikian, Fatta mengingatkan bahwa dukungan partai-partai tersebut kepada Prabowo belum tentu berarti mereka juga berkomitmen mempertahankan Gibran sebagai calon wakil presiden.
“Perlu dicatat, dukungan ini tertuju pada Prabowo, belum tentu pada paket Prabowo-Gibran. Bila komitmen itu terwujud dan bertahan hingga 2029, maka yang menentukan siapa pendamping Prabowo kelak adalah Prabowo sendiri, bukan lagi keluarga Solo,” ujarnya.
Menurut Fatta, situasi tersebut berpotensi mengubah peta pengaruh politik dalam penentuan pasangan calon pada Pilpres mendatang. Prabowo dan partai-partai pendukungnya dinilai memiliki ruang untuk menentukan konfigurasi pasangan yang akan diusung.
Ia bahkan menilai dinamika itu dapat mengakhiri persaingan pengaruh keluarga Solo dalam menentukan arah kepemimpinan nasional.
“Pada titik itulah selesai sudah drama persilatan politik keluarga Solo,” kata Fatta.
Dengan demikian, menurut Fatta, kontestasi Pilpres 2029 tidak hanya berkaitan dengan peluang Prabowo mempertahankan jabatan presiden, tetapi juga menyangkut siapa yang akan mendampinginya. Namun, konfigurasi pasangan calon tersebut masih akan bergantung pada perkembangan politik menjelang pemilihan.

