Intime – Presiden RI Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah untuk terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia juga meminta agar seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran.
Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas yang membahas penanganan karhutla secara hibrida dari Istana Merdeka, Senin (12/10). Rapat tersebut turut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah, serta Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) dan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dari kedua provinsi tersebut.
Dalam rapat tersebut, Prabowo menerima laporan mengenai perkembangan dan langkah-langkah penanganan karhutla yang telah berjalan.
Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), masih terdapat sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi prioritas yang dalam proses pemadaman. Adapun fokus utama pemerintah saat ini adalah penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Untuk menangani kebakaran tersebut, pemerintah telah menggencarkan operasi darat yang didukung lebih dari 60.177 personel gabungan dengan tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata mencapai lebih dari 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya.
Selain operasi darat, pemerintah juga menggencarkan pemadaman melalui operasi udara.
“Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” ujar Sekretariat Kabinet RI melalui akun resmi @sekretariat.kabinet, dikutip Senin (12/10).
Sementara itu, empat provinsi prioritas lainnya yang terdiri dari Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Barat telah menunjukkan perkembangan yang lebih baik.
Saat ini, pemerintah akan terus mengoptimalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, sehingga pemadaman bisa dilaksanakan secara cepat dan menyeluruh.
“Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring perkiraan awal musim hujan yang mulai merata pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026,” imbuh Sekretariat Kabinet.
Pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan penanganan karhutla berjalan optimal dan mencegah meluasnya kebakaran. Pemerintah akan terus menangani karhutla dengan mengerahkan kekuatan pusat dan daerah hingga api benar-benar padam

