Intime – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan akselerasi modernisasi pertahanan nasional dengan menyerahkan sejumlah alutsista baru untuk TNI Angkatan Udara, Senin (18/5).
Deretan kekuatan udara baru tersebut mencakup 6 unit jet tempur Dassault Rafale, 4 unit pesawat VVIP Falcon 8X, 1 unit pesawat angkut berat Airbus A400M, serta radar pertahanan udara Ground Control Interception (GCI) GM 403.
“Baru saja kita menerima secara resmi penambahan alutsista untuk Angkatan Udara. Kita menerima Rafale, Falcon, A400M, dan radar,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan, penguatan ini bukan sekadar pengadaan rutin, melainkan bagian dari strategi besar membangun daya gentar (deterrence) Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global.
“Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan sebagai penangkal. Kita tidak punya kepentingan selain menjaga wilayah kita sendiri,” tegasnya.
Prabowo juga menyoroti kondisi dunia yang dinilainya semakin tidak stabil, sehingga kebutuhan akan pertahanan yang kuat menjadi mutlak bagi kedaulatan negara.
“Kita lihat geopolitik penuh ketidakpastian. Pertahanan adalah syarat utama stabilitas dan kedaulatan,” ujarnya.
Ia memastikan, dalam waktu dekat tambahan alutsista lain akan terus berdatangan, tidak hanya untuk TNI AU, tetapi juga TNI AD dan TNI AL. Langkah ini disebut sebagai komitmen pemerintah memperkuat postur militer Indonesia secara menyeluruh.
“Kita ingin mengamankan wilayah udara, laut, dan daratan kita,” pungkas Prabowo.

