Intime – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendorong penguatan semangat cinta tanah air melalui kolaborasi antara tokoh agama, pemerintah, TNI-Polri, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri Doa Keselamatan Bangsa, Zikir Kebangsaan dan Haul Pendiri Bangsa dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Aula Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (9/8) malam.
Menurut Pramono, kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan semangat kebangsaan dapat menjadi ruang untuk memperkuat persatuan sekaligus menjaga ketahanan sosial masyarakat.
Acara bertema “Meneguhkan Kembali Komitmen Bela Negara dan Cinta Tanah Air” tersebut dihadiri sekitar 5.000 jemaah. Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Habib Luthfi bin Yahya, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Sekjen PB Jatma Aswaja Helmy Faisal, ulama, habaib, dan tokoh masyarakat.
Pramono mengapresiasi dipilihnya Jakarta sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di Jakarta pada tahun berikutnya.
“Dalam kesempatan ini saya ingin menyampaikan apresiasi kepada Habib Luthfi telah memilih Jakarta sebagai tuan rumah acara ini. Mudah-mudahan tahun depan akan diadakan di sini lagi,” ujar Pramono.
Ia menilai menjaga persatuan dan keselamatan bangsa membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Tokoh agama memiliki peran penting dalam memperkuat nilai spiritual dan membimbing umat, sementara pemerintah bersama TNI-Polri memiliki tanggung jawab menjaga stabilitas serta memperkuat sinergi kebangsaan.
Organisasi keagamaan dan kemasyarakatan juga dinilai perlu terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kolaborasi lintas kelompok.
Di sisi lain, Pramono menekankan pentingnya peran santri, mahasiswa, dan generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa. Kelompok tersebut dinilai memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan Indonesia.
“Santri, mahasiswa, dan generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa, serta masyarakat umum bisa sebagai bagian dari kekuatan bangsa,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Jakarta tidak hanya menjadi lokasi perhelatan keagamaan, tetapi juga ruang perjumpaan berbagai elemen bangsa untuk memperkuat komitmen terhadap persatuan, bela negara, dan cinta tanah air.

