Intime – Pengamat politik Hendri Satrio mengungkap alasan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dinilai percaya diri menghadapi dinamika politik saat ini. Menurut Hendri, hal itu tidak lepas dari pengalaman Jokowi berinteraksi dan membangun kerja sama dengan berbagai partai politik.
Hendri mencontohkan dinamika menjelang Pilpres 2024 saat Anies Baswedan dipasangkan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Saat itu, Anies sebelumnya didukung Nasdem, Demokrat, dan PKS. Namun, setelah Muhaimin menjadi cawapres Anies, Demokrat keluar dari koalisi.
Nasdem, PKB, dan PKS kemudian melanjutkan dukungan kepada pasangan Anies-Muhaimin.
Menurut Hendri, perubahan konfigurasi tersebut menarik jika dilihat dari hubungan politik Muhaimin dan PKB dengan Jokowi.
“Muhaimin Iskandar dan PKB ini menurut saya justru sekutu paling ideal dan dekat buat Jokowi. Jadi menurut saya, waktu 2024 itu bagaimana Jokowi mengelola politik sehingga Prabowo dan Gibran menang,” kata Hendri dalam perbincangan bersama Helmy Yahya di YouTube Helmy Yahya Bicara, dikutip Senin (5/10)
Founder KedaiKOPI itu bahkan menyebut Muhaimin sebagai salah satu figur yang patut diperhatikan dalam jejaring politik Jokowi.
“Jangan-jangan memang proxy terkuatnya Jokowi ini ya Cak Imin. Cak Imin memang canggih, cair banget. Dia yang paling paham bagaimana berselancar,” ujar Hendri.
Hendri menilai pengalaman Jokowi bekerja sama dengan berbagai partai membuatnya mengetahui karakter dan cara bergerak masing-masing kekuatan politik.
“Masalahnya, ada enggak kekuatan politik di Indonesia yang tidak pernah berkoalisi dengan Pak Jokowi? Enggak ada. Jadi Jokowi tahu persis cara mainnya karena semuanya pernah di lingkaran dia,” katanya.
Dia menyebut Gerindra, Golkar, PDIP, PKS, Demokrat, PKB hingga Nasdem sebagai partai yang pernah berada dalam hubungan politik dengan Jokowi.
Karena itu, Hendri menilai kekuatan Jokowi tidak hanya berasal dari kendaraan politik, tetapi juga jejaring yang terbentuk selama bertahun-tahun.
“Masih punya jaringannya. Wajar kalau dia bilang dia enggak takut, ‘gue tahu semua kok’. Dia mengerti rencana, tahu cara mainnya partai-partai politik di Indonesia,” ujarnya.
Namun, Hendri mengatakan perkembangan perkara di Mahkamah Konstitusi terkait surat kesetaraan pendidikan Gibran Rakabuming Raka juga perlu ditunggu karena dapat menjadi salah satu faktor dalam membaca langkah politik Jokowi selanjutnya.
“Menarik nih menunggu hasil MK tentang surat kesetaraan kemampuan Gibran, ujungnya akan seperti apa karena ini juga jadi faktor langkah politik Jokowi ke depannya,” pungkas Hendri.

