Intime – Perombakan kabinet atau reshuffle dinilai perlu diarahkan untuk memperbaiki persepsi dan citra publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Pengamat politik sekaligus Direktur Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, salah satu langkah yang dapat dilakukan pemerintah adalah mengevaluasi menteri berdasarkan kinerja dan persepsi publik terhadap mereka.
“Bagaimana recovery persepsi dan citra publik dalam melihat kinerja pemerintahan hari ini yaitu mengganti semua orang yang memang kinerjanya tidak baik, mengganti para menteri-menteri yang kemudian mendapatkan sentimen negatif,” kata Adi, Jumat (2/10).
Menurut Adi, evaluasi terhadap jajaran kabinet diperlukan untuk memastikan pemerintahan dapat menjalankan agenda dalam beberapa tahun ke depan dengan dukungan kepercayaan publik.
Ia menilai menteri yang dinilai memiliki kinerja kurang baik dapat menjadi bagian dari evaluasi dalam perombakan kabinet. Begitu pula dengan menteri yang mendapatkan sentimen negatif dari masyarakat.
Selain persoalan kinerja, Adi menyoroti menteri yang menurutnya terindikasi berkaitan dengan persoalan hukum. Ia menyebut isu dugaan suap sebagai salah satu hal yang dapat menjadi pertimbangan dalam evaluasi.
“Mengganti menteri-menteri yang dinilai terindikasi terkait dengan isu suap tertentu karena itu sebagai upaya untuk membersihkan nama pemerintahan tujuannya dalam tentu menyongsong tiga tahun di masa-masa yang akan datang,” ujarnya.
Adi mengatakan reshuffle dapat digunakan pemerintah untuk melakukan penataan terhadap jajaran kabinet. Menurut dia, langkah tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah memperbaiki persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan.
Pemerintah, kata Adi, masih memiliki waktu untuk mengevaluasi kinerja kabinet karena masa pemerintahan Prabowo-Gibran masih menyisakan tiga tahun.
Karena itu, ia berharap perombakan kabinet yang telah dilakukan tidak menjadi reshuffle terakhir selama pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Ini harapannya bukan reshuffle yang terakhir,” kata Adi.
Ia menilai evaluasi secara berkala terhadap jajaran kabinet tetap diperlukan agar pemerintah dapat menyesuaikan komposisi menteri dengan kebutuhan pemerintahan dan agenda yang akan dijalankan dalam tiga tahun mendatang.

