Intime – Ketua Umum ORKESTRA Poempida Hidayatulloh mengkritik rangkaian reshuffle yang dilakukan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dia menilai perombakan kabinet lebih mencerminkan konsolidasi kekuasaan ketimbang kepentingan masyarakat.
Poempida menyampaikan pandangan tersebut dalam diskusi PWJ di Logika Kopi Bangka, Jakarta, Sabtu (3/10).
“Yang namanya suatu konsolidasi struktur politik di dalam konteks kekuasaan itu sudah pasti menjadi kepentingan elit. Saya ulang ya, jadi itu sudah pasti menjadi kepentingan elit. Tidak akan rakyat menikmati daripada konsolidasi ini semua, tidak akan,” kata Poempida.
Dia kemudian menyoroti alasan di balik penempatan dan pergantian sejumlah pejabat. Menurut Poempida, perubahan tersebut menunjukkan kecenderungan memilih orang-orang yang dianggap dapat menjaga kepentingan penguasa.
“Yang dipilih ini kayaknya lagi disukain, kan gitu kira-kira. Supaya gue enggak digaguin. Ini yang ini disukain ya, gue tarok situ. Yang ini enggak disukain, gue buang. Yang ini aja nih yang disukain, gue tarik. Nah kira-kira gitu,” ujarnya.
Poempida tidak menyebut secara spesifik nama pejabat yang dimaksud.
Dia juga menilai loyalitas terhadap kekuasaan menjadi salah satu hal yang terlihat dalam rangkaian penataan pemerintahan tersebut.
“Intinya, ini semua orientasinya untuk bertahan paling tidak sampai 2029. Atau mungkin lewat 2029 juga gitu. Maksudnya tergantung nanti situasi ya. Kita kan enggak tahu nih perkembangannya seperti apa,” kata Poempida.
Pemerintah sebelumnya melakukan perombakan Kabinet Merah Putih pada 1 Oktober 2026. Pada 2 Oktober, Prabowo juga mengangkat 26 anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta.
Pratikno ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris. Sebanyak 23 anggota lainnya berasal dari beragam latar belakang, termasuk tokoh politik, agama, profesional, dan kebudayaan.
Sejumlah nama yang masuk Wantimpres di antaranya Sinta Nuriyah Wahid, Quraish Shihab, Rocky Gerung, Yahya Cholil Staquf, Chairul Tanjung, Bambang Soesatyo, serta Ignasius Jonan.
Sementara itu, dalam rangkaian perubahan pemerintahan tersebut, Pratikno yang sebelumnya berada di jajaran kabinet kini menempati posisi Ketua Wantimpres. Pemerintah menyatakan komposisi Wantimpres memiliki latar belakang dan pengalaman yang beragam.

