Rupiah Melemah Lagi, Tembus Rp18.099 per Dolar AS

Intime – Nilai tukar rupiah kembali membuka perdagangan di zona merah pada Rabu (29/7). Mata uang Garuda melemah 16 poin atau 0,09 persen ke level Rp18.099 per dolar Amerika Serikat (AS), dari penutupan sebelumnya di Rp18.083 per dolar AS.

Pelemahan tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih belum mereda di tengah kuatnya sentimen eksternal. Pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve), pergerakan indeks dolar AS, serta dinamika geopolitik global yang terus mendorong investor memilih aset-aset berdenominasi dolar.

Di sisi lain, pelemahan rupiah juga dipengaruhi tingginya permintaan valuta asing untuk kebutuhan impor dan pembayaran utang luar negeri, sementara aliran modal asing ke pasar domestik masih cenderung terbatas.

Meski pelemahannya relatif tipis, posisi rupiah yang bertahan di atas level Rp18.000 per dolar AS menjadi sinyal bahwa tekanan terhadap stabilitas nilai tukar masih cukup besar. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya impor, terutama untuk komoditas energi dan bahan baku industri, sehingga dapat memberikan tekanan terhadap inflasi apabila berlangsung dalam waktu yang lama.

Ke depan, arah pergerakan rupiah diperkirakan masih akan dipengaruhi perkembangan data ekonomi Amerika Serikat, ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, serta respons Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini