spot_img

Safari Politik Jokowi-PSI Bisa Bikin Persaingan Elite Memanas Lebih Cepat

Intime – Safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai berpotensi mempercepat persaingan politik menuju Pemilu 2029. Pengamat politik Selamat Ginting menilai langkah tersebut bisa membuat kompetisi antarelite berlangsung lebih awal dari perkiraan.

Menurut Selamat, persaingan akan semakin tajam apabila PSI berkembang menjadi partai besar dan mulai berebut pengaruh dengan partai-partai lain yang kini berada dalam koalisi pendukung Presiden Prabowo Subianto.

“Kompetisi elite akan terjadi jika PSI berkembang menjadi kekuatan besar dan mulai bersaing dengan partai-partai koalisi yang lain, terutama koalisi yang mendukung Prabowo, dalam perebutan pengaruh menuju 2029,” kata Selamat dalam kanal YouTube Abraham Samad, Jumat (3/7).

Ia menyebut sebelumnya dinamika politik menuju Pilpres 2029 diperkirakan baru menghangat pada 2027. Namun, safari politik Jokowi bersama PSI dinilai mempercepat proses tersebut sehingga persaingan elite mulai terasa sejak sekarang.

Selain memicu kompetisi, Selamat menilai langkah Jokowi bersama PSI juga dapat menimbulkan kekhawatiran di kalangan elite partai politik lain. Sebab, PSI dinilai tengah memperluas jaringan pengaruh ke berbagai daerah.

“Safari politik ini juga membuat elite khawatir akan digarap oleh PSI. Yang diperebutkan bukan hanya soal kursi presiden semata, tetapi juga akses terhadap jaringan politik. Nah, ini kan sedang menyebar jaring,” ujarnya.

Menurut Selamat, yang diperebutkan menjelang Pemilu 2029 bukan hanya figur calon presiden, melainkan juga jaringan politik yang dapat menjadi sumber dukungan dan kekuatan elektoral.

Ia bahkan menilai PSI berpotensi dipandang sebagai “musuh bersama” apabila terus memperbesar pengaruh politiknya.

“PSI bisa menjadi musuh bersama karena saat ini mereka sedang membangun jaringan politik dan juga sumber-sumber kekuasaan, termasuk menyentuh birokrasi,” katanya.

Selamat menambahkan, pembangunan jaringan politik dapat dilakukan dengan mendekati kelompok-kelompok strategis serta menawarkan peluang akses terhadap sumber daya kekuasaan di masa depan. Menurutnya, strategi semacam itu merupakan bagian dari upaya memperkuat basis politik dalam menghadapi kontestasi nasional mendatang.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini