Intime – Pedagang ikan, kerang, kepiting atau rajungan, serta hasil laut lainnya yang biasa berjualan malam hari di trotoar Jalan Raya Bogor, depan Pasar Kramat Jati dipindahkan ke Lokasi Binaan (Lokbin).
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung pun telah meninjau Lokbin Pasar Kramat Jati tersebut, pada Selasa (1/9) malam.
Kepala Satpol PP Kota Jakarta Timur, Muhammadong mengatakan, para pedagang ikan tersebut menunjukkan sikap kooperatif ketika dipindahkan ke Lokbin.
Keberhasilan ini dipicu oleh keaktifan unsur jajaran kewilayahan yang gencar melakukan sosialisasi kepada para pedagang.
”Untuk saat ini, khususnya pedagang ikan, tidak ada penolakan. Pak Camat dan Pak Lurah sangat aktif berkoordinasi. Sampai saat ini kami belum menemukan adanya protes dari pedagang,” kata Madong panggilan akrab Muhammadong di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/9).
Madong menuturkan, pihaknya menurunkan ratusan personel gabungan untuk mengawal penataan dan relokasi pedagang di kawasan depan Pasar Kramat Jati, Jalan Raya Bogor. Langkah pengamanan ini dilakukan guna memastikan proses pemindahan pedagang berjalan tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Tentunya kami sudah menyiapkan sekitar 350 Satpol PP untuk hari ini. Ditambah dengan pasukan dari TNI-Polri, ya kurang lebih 500 hari ini yang kita terjunkan,” ucapnya.
Untuk keamanan, Satpol PP Jakarta Timur melakukan penjagaan dua shift. Langkah ini bertujuan guna mengantisipasi potensi kemacetan dan penumpukan pedagang liar pada jam-jam rawan.
Skema penjagaan pertama pada ukul 16.30 WIB hingga 23.00 WIB dan dilanjutkan shift kedua pukul 23.00 sampai 07.00 WIB.
“Untuk ke depannya selalu kita turunkan, ya (petugas Satpol PP). Jadi, untuk hari berikutnya ya tentunya personel Satpol PP dan TNI kami selalu mendampingi,” pungkasnya.

