Intime – Polisi menetapkan sopir mobil listrik BYD berinisial S (46) sebagai tersangka dalam kecelakaan beruntun di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kecelakaan yang terjadi Jumat (23/10) itu menyebabkan seorang pengemudi ojek online (ojol) berinisial HS (56) mengalami patah tulang kaki kiri.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Adiel Aristo mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi BYD tersebut.
“Sopir (ditetapkan) tersangka, dan masih dalam pemeriksaan serta pendalaman oleh penyidik,” kata Adiel kepada wartawan di Jakarta, Minggu (25/10).
Adiel mengatakan polisi masih mendalami penyebab kecelakaan yang melibatkan sejumlah kendaraan roda empat dan sepeda motor tersebut.
Berdasarkan keterangan sementara, pengemudi BYD mengaku kaget dan panik ketika kecelakaan terjadi. Namun, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara pasti kronologi dan faktor penyebab insiden.
Polisi juga memastikan pengemudi BYD tersebut dinyatakan negatif mengonsumsi narkoba dan alkohol.
Sementara itu, korban HS telah menjalani operasi di Rumah Sakit Fatmawati. Saat ini, korban masih menjalani observasi setelah mendapatkan tindakan medis.
“Korban baru selesai pengambilan tindakan operasi, masih dalam observasi di RS Fatmawati,” ujar Adiel.
Kecelakaan terjadi pada Jumat sore di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mobil listrik BYD yang digunakan sebagai taksi online itu diketahui melaju dari arah Fatmawati menuju Blok M.
Berdasarkan rekaman kamera dasbor atau dashcam yang beredar di media sosial, mobil tersebut menabrak sejumlah kendaraan yang melaju dari arah yang sama. Salah satu kendaraan yang terlibat adalah sepeda motor yang dikendarai HS.
Dalam rekaman tersebut, mobil BYD juga dilaporkan melindas korban sebanyak dua kali.
Saksi mata bernama Afan mengatakan pengemudi BYD terlihat kurang konsentrasi sebelum menabrak sejumlah kendaraan.
“Sopirnya bengong. Dia kaget hingga menabrak beberapa kendaraan termasuk ojol,” ujar Afan.
Polisi menyebut total terdapat lima kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut. Kendaraan itu terdiri atas mobil listrik BYD, Honda Beat, Wuling, Toyota Nav1, dan Honda Mobilio.

