Suyudi: Kritik Masyarakat Tak Perlu Ditutupi, Bisa Jadi Peringatan Dini bagi Polri

Intime – Calon Kapolri Komjen Pol Suyudi Ario Seto bicara soal kritik dan keluhan masyarakat terhadap Polri. Suyudi menilai kritik yang disampaikan berdasarkan fakta dapat menjadi sistem peringatan dini bagi institusi kepolisian.

Hal itu disampaikan Suyudi saat menjalani fit and proper test calon Kapolri di Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (1/10).

“Kritik dan keluhan publik masih kita terima. Bagi saya, hal itu bukan sesuatu yang harus ditutupi,” kata Suyudi dalam pemaparannya.

Menurut Suyudi, kritik publik justru dapat membantu kepolisian mengetahui persoalan yang terjadi. Masukan tersebut juga dapat menjadi bahan untuk menentukan bagian institusi yang perlu diperbaiki.

Pernyataan itu disampaikan Suyudi ketika menjelaskan gagasannya mengenai transformasi Polri di hadapan anggota Komisi III DPR.

Suyudi menilai perubahan di tubuh Polri tidak sederhana. Transformasi mencakup aspek struktural, instrumental, dan terutama kultural.

Karena itu, pembenahan harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, Polri perlu berani melihat kekurangan secara jernih sekaligus mempertahankan berbagai capaian yang telah dibangun sebelumnya.

Dalam *fit and proper test* tersebut, Suyudi mengusung doktrin “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai arah kepemimpinan dan transformasi Polri apabila dirinya dipercaya menjadi Kapolri.

Suyudi juga menyinggung Komisi Percepatan Reformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dia menyebut keberadaan komisi tersebut sebagai momentum penting untuk mempercepat pembenahan Polri.

Menurut Suyudi, reformasi kepolisian tidak seharusnya dipandang sebagai upaya melemahkan institusi. Reformasi justru diperlukan untuk memperkuat sejumlah aspek dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Dengan demikian, kritik dan keluhan masyarakat, kata dia, perlu dipandang sebagai masukan untuk mengidentifikasi masalah sekaligus memperbaiki pelayanan dan pelaksanaan tugas Polri.

Suyudi sebelumnya menjabat sebagai Kepala BNN dan kini diajukan sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini