Tenaga Ahli KSP Ulta Levenia Kaitkan Erupsi 6 Gunung dengan HAARP, Netizen: Asbunnya Sudah di Level Tongkrongan Warkop

Intime – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ulta Levenia Nababan tengah menjadi sorotan setelah mengaitkan erupsi enam gunung api di Indonesia dengan teori konspirasi High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).

Ulta menyampaikan pandangan itu melalui akun Instagram pribadinya, Senin (7/9). Dia mempertanyakan kemungkinan adanya faktor lain di balik erupsi sejumlah gunung yang terjadi dalam waktu berdekatan.

Ulta mengaku sadar pemikirannya bisa dikategorikan sebagai teori konspirasi. Dia menyebut dirinya skeptis dan tidak ingin langsung menerima penjelasan yang dianggap umum.

“Walau gak ada bukti ilmiah yang kredibel, tapi otak skeptis pasti berpikir atau setidaknya entertain pemikiran,” tulis Ulta.

Dia kemudian membawa nama HAARP dalam spekulasinya. HAARP merupakan proyek penelitian ionosfer yang pernah melibatkan sejumlah lembaga Amerika Serikat.

Ulta mempertanyakan apakah fenomena erupsi enam gunung api Indonesia yang terjadi hampir bersamaan sepenuhnya disebabkan faktor alam.

Pertanyaan itu kemudian dikaitkannya dengan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok.

Ulta menyoroti waktu pertemuan tersebut dengan rangkaian erupsi yang terjadi setelahnya.

“Kenapa sehari setelah Presiden RI bersalaman mesra dengan Putin di Vladivostok, enam gunung vulkanik Indonesia erupsi secara bersamaan?” tulisnya.

Pernyataan Ulta langsung menjadi sorotan karena menghubungkan peristiwa geopolitik, HAARP, dan aktivitas vulkanik di Indonesia.

Namun, Ulta tidak menyertakan bukti ilmiah yang menunjukkan adanya hubungan antara HAARP dengan erupsi enam gunung api tersebut. Bahkan, dalam unggahannya sendiri dia mengakui tidak ada bukti ilmiah yang kredibel.

Dengan demikian, pernyataan tersebut masih berupa spekulasi atau pertanyaan yang diajukan Ulta, bukan kesimpulan ilmiah mengenai penyebab erupsi.

Klaim HAARP dapat digunakan untuk memengaruhi cuaca, memicu gempa, atau mengendalikan fenomena alam lainnya selama ini juga kerap muncul dalam teori konspirasi. Tidak terdapat bukti ilmiah kredibel yang mendukung klaim bahwa HAARP dapat menyebabkan erupsi gunung api.

Sontak saja pernyataan dari Ulfa itu membuat netizen gaduh dan memberikan kritik pedas.

“Bakom tapi dasar pembicaraanya ga saintifik malah bahas konspirasi?? Kalo HAARP secanggih itu Iran ama Palestina dari kemarin udah diratain ama US, aneh bener,” tulis akun @idrgs.

“namanya juga pasien RSJ yang lagi kabur, cuma pasien satu ini dikasih jabatan,” tutur akun @rafifsyah___

“Timing erupsi juga hampir bareng dengan buku Islam ala Prabowo rilis kak, mungkin mau disambungin juga ke teorinya,” ucap akun @galanglufityanto.

“ini bakom apa baskom dah? asbunnya udah di level tongkrongan warkop,” ujar akun @sicxheadx.

“Gila jahat bgt lu, entah jahat entah bego. Lu kan berpendidikan yaa, gue tau ini narasi lu buat masyakarat kelas bawah yang gampang percaya, tapi kan lo sekolah yaa, masa sii lu sebego itu, kalau lu sebenernya tau mana yang benar tapi sengaja ngasih narasi begini, lu jahat sih,” kata akun @adinda.fadillah

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini