Intime – Pemimpin Majelis Darul Nurul Hikam, Asep Setiawan alias Abah Setu, akan dimintai klarifikasi polisi hari ini terkait video yang diduga berisi penghinaan terhadap Nabi Muhammad.
Abah Setu dijadwalkan datang ke Mapolres Metro Bekasi, Kamis (10/9). Polisi akan meminta penjelasan terkait pernyataannya dalam video yang viral di media sosial dan memicu reaksi warga.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan Abah Setu bersedia hadir untuk memberikan klarifikasi sekaligus berdialog dalam mediasi.
“Ia juga menyatakan bersedia berdialog dan memberikan klarifikasi dalam mediasi yang dijadwalkan pada Kamis, 10 September 2026, di Polres Metro Bekasi,” kata Budi dalam keterangannya, Kamis (10/9).
Sebelumnya, polisi telah meminta keterangan singkat dari Abah Setu pada Selasa (8/9). Dalam pemeriksaan tersebut, Abah Setu membantah telah menghina Nabi Muhammad.
Dia juga menyebut video yang beredar bukan rekaman utuh. Menurut Abah Setu, video tersebut merupakan potongan rekaman dan sebagian isinya diduga telah diubah menggunakan AI.
“Yang bersangkutan menyatakan video tersebut merupakan potongan rekaman dan menduga sebagian telah diubah menggunakan AI,” ujar Budi.
Kasus ini bermula dari video Abah Setu yang beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Abah Setu terlihat berbicara kepada jemaahnya dan menyinggung Nabi Muhammad.
Ia kemudian menyebut pengikutnya “terjebak syariat” hingga muncul pernyataan yang dinilai kontroversial dan diduga menghina Nabi Muhammad.
Video itu kemudian memicu reaksi warga. Massa mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam pada Senin (7/9) malam untuk meminta Abah Setu memberikan klarifikasi.
Polres Metro Bekasi dan Polsek Cikarang Barat langsung turun ke lokasi untuk meredam situasi dan mencegah terjadinya gesekan.
Budi mengatakan polisi meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri terhadap pihak yang dianggap terlibat.
“Petugas mengimbau warga tetap tenang, tidak main hakim sendiri, serta menyampaikan dugaan tindak pidana melalui laporan kepolisian,” katanya.
Klarifikasi Abah Setu hari ini menjadi bagian dari upaya kepolisian mendalami persoalan tersebut, termasuk memastikan konteks pernyataan dan video yang beredar di media sosial.

