Intime – Pemerintah melalui Kementerian Transmigrasi (Kementrans) menerjunkan 1.476 patriot bangsa yang terbagi dalam 246 tim ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia. Program ini menjadi bagian dari komitmen Transmigrasi Patriot untuk mendorong pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi.
Juru Bicara Kementrans, Eva Julianti Yunizar mengatakan, pembangunan kawasan tidak boleh lagi mengabaikan peran penting dari keterlibatan para akademisi dan masyarakat lokal.
“Kalau kita bicara tentang pembangunan, pertanyaannya bukan hanya apa yang dibangun, tetapi siapa yang ikut membangunnya. Melalui Transmigrasi Patriot, 1.476 patriot bangsa dalam 246 tim hadir di 53 kawasan transmigrasi prioritas,” ujar Eva dalam keterangannya.
Menurutnya, para patriot yang terdiri dari lulusan sarjana hingga profesor ini membawa ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk menindaklanjuti hasil riset sebelumnya. Langkah ini dilakukan sekaligus untuk mendampingi masyarakat secara langsung dalam mengoptimalkan potensi kawasan.
Ia menegaskan, program ini dirancang agar tidak berjalan sepihak, melainkan menjadi wadah kolaborasi aktif antara berbagai pihak yang berkepentingan.
“Transmigrasi Patriot bukan tentang membangun daerah tanpa melibatkan masyarakat. Program ini mempertemukan masyarakat, pemerintah, perguruan tinggi, dan para patriot untuk tumbuh bersama,” tambah Eva.
Kementrans menekankan bahwa hasil akhir dari program ini diproyeksikan untuk memberikan dampak yang dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar, bukan sekadar pemenuhan beban administratif.
“Tujuannya bukan sekadar menghasilkan laporan, tetapi memastikan pengetahuan dan inovasi dapat diterapkan dan menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat. Karena Indonesia yang maju adalah Indonesia yang tumbuh bersama,” pungkas Eva.

