Intime – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang juga mendesak BNPB segera turun menangani dampak gempa.
Marwan mengatakan pemerintah tidak boleh terlalu lama melakukan koordinasi di pusat. Menurutnya, kondisi darurat membutuhkan tindakan langsung di lapangan.
“Saya kira langkah kedaruratan harus segera diambil. Dengan pejabat di daerah sepertinya itu sulit karena mereka juga terdampak, maka kita yang tidak terdampak ini harus segera menangani,” ujar Marwan.
Dia meminta pemerintah segera mengevakuasi warga yang selamat, mengidentifikasi korban meninggal, serta mengirimkan berbagai kebutuhan darurat.
Marwan khawatir lambannya penanganan justru membuat pemerintah dinilai tidak memiliki kapasitas menghadapi bencana besar.
“Penanganan kedaruratan itu penting. Kehadiran itu yang kita butuhkan ketimbang mendiskusikan apa yang bisa,” katanya.
“Sudah tahu skalanya di atas 7, itu dahsyat, pasti banyak korbannya. Sudah bawa saja tenda, genset, dan lain-lain, nanti di lapangan akan disesuaikan dengan kebutuhan,” lanjutnya.
Sementara itu, jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang berpusat di Kabupaten Nagakeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) dini hari WIB mencapai 47 orang.
Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu pukul 18.48 WIB, korban tewas tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, dan Ende 1 orang.
Sementara itu per Sabtu sore pukul 17.00 WIB, tercatat total rumah rusak berat mencapai 157 unit, rusak sedang 41 unit dan rusak ringan 148 unit.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, seperti fasilitas pendidikan 87 unit, kesehatan 18 unit, tempat ibadah 5 unit, kantor 6 unit dan sejumlah fasilitas umum lainnya.
Selain itu, berdasarkan catatan Kementerian Perhubungan, ada lima bandara yang terdampak dari gempa bumi ini.

