Intime – Sebanyak 417 siswa dari tiga SMP negeri di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (26/10). Para korban kini mendapat penanganan medis di puskesmas dan rumah sakit.
Kapolsek Dramaga Iptu AM Zalukhu membenarkan adanya kejadian tersebut. Siswa yang terdampak berasal dari SMPN 1, SMPN 2, dan SMPN 3 Dramaga.
“Betul ada keracunan, beberapa ratus orang, ada dari SMP 1, SMP 2, sekarang ada lagi dari SMP 3. Tapi alhamdulillah sekarang tim kesehatan sudah melaksanakan penanganan dengan memberi obat,” kata Zalukhu, Selasa (27/10).
Zalukhu mengatakan, laporan dugaan keracunan diterima petugas sejak Selasa dini hari. Para siswa diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibagikan pada hari sebelumnya.
Sebagian siswa sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik. Namun, sejumlah korban lainnya masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
“Perkiraan di KBP ada sekitar 10-an lebih, di Puskesmas Cikarawang juga masih ada sekitar 20-an, tetapi sekarang masih ada yang berdatangan ke puskesmas,” ujar Zalukhu.
Petugas gabungan turut mendampingi siswa yang menjalani pemeriksaan dan perawatan di puskesmas maupun rumah sakit.
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi juga membenarkan jumlah siswa yang terdampak mencapai 417 orang. Ia mengaku menerima laporan dari Camat Dramaga pada Selasa pagi mengenai sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan.
“Pertama, saya mendapatkan laporan langsung dari Pak Camat tadi pagi bahwa turut prihatin, kita ada kejadian anak-anak sekolah SMP, SMP 1, SMP 2, SMP 3 di Kecamatan Dramaga bahwa terindikasi sakit,” kata Ade di Puskesmas Dramaga.
Ade menambahkan, sebagian siswa telah kembali ke rumah, sementara lainnya masih mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Jadi jumlah totalnya 417 dari SMP 1, SMP 2, dan SMP 3. Tapi sudah beberapa yang sudah kembali ke rumah, ada yang ke rumah sakit,” imbuhnya.
Hingga kini, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa tersebut belum dipastikan. Dugaan keracunan akibat menu MBG masih perlu ditelusuri melalui pemeriksaan lebih lanjut.

