424 Perwira Polri Masuk Gerbong Mutasi, Sejumlah Posisi Strategis Berganti

Intime — Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan perombakan besar di tubuh Polri. Sebanyak 424 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) dimutasi dan dirotasi melalui tiga surat telegram yang diterbitkan pada Minggu (30/8).

Mutasi tersebut tidak sekadar menyentuh jajaran pamen di tingkat pusat maupun daerah, tetapi juga mengubah sejumlah posisi strategis di lingkaran pimpinan Polri.

Tiga jenderal senior tercatat memasuki masa pensiun, yakni Astamaops Kapolri Komjen M. Fadil Imran, Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) Irjen Anwar, dan Koorsahli Kapolri Irjen Herry Rudolf Nahak.

Posisi strategis yang ditinggalkan sejumlah jenderal tersebut langsung diisi pejabat baru. Irjen Pol Roycke Harry Langie yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara ditarik ke Mabes Polri untuk menjadi Astamaops Kapolri.

Sementara itu, posisi As SDM Kapolri yang ditinggalkan Irjen Anwar diisi Irjen Pol Jawari. Adapun jabatan Koorsahli Kapolri dipercayakan kepada Irjen Pol Ruslan Ependi, yang sebelumnya menjabat Sahli Sospol Kapolri.

Perombakan juga menyasar sejumlah posisi kepala kepolisian daerah. Karopaminal Divisi Propam Polri Irjen Pol Yudo Hermanto dipindahkan menjadi Kapolda Sulawesi Utara.

Di wilayah lain, Brigjen Pol Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau ditugaskan menjadi Kapolda Papua Barat Daya. Posisi Wakapolda Riau kemudian diisi Brigjen Pol Simson Zet Ringu yang sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo.

Sementara Brigjen Pol Slamet Hariyadi mendapat penugasan sebagai Wakapolda Maluku Utara.

Seluruh perubahan tersebut tertuang dalam tiga surat telegram, yakni ST/1877/VIII/KEP./2026 yang memuat 78 nama, ST/1878/VIII/KEP./2026 sebanyak 259 nama, dan ST/1879/VIII/KEP./2026 sebanyak 87 nama.

Dengan demikian, mutasi tidak hanya menyentuh struktur Mabes Polri dan polda, tetapi juga merambah jajaran polres di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam telegram tersebut disebutkan para pati dan pamen yang dimutasi wajib segera melaksanakan tugas barunya paling lambat 14 hari sejak keputusan mutasi ditetapkan.

Rangkaian mutasi ini menjadi salah satu perombakan cukup besar dalam struktur kepemimpinan Polri. Pergantian sejumlah pejabat strategis sekaligus masuknya sejumlah nama baru menunjukkan adanya penyegaran struktur organisasi untuk menghadapi tantangan tugas kepolisian ke depan.

Surat telegram tersebut ditandatangani Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini