Intime – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum meminta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni fokus menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya memadamkan titik api. Anas menilai penjelasan soal pergerakan asap tak perlu menjadi fokus utama.
Anas menyampaikan hal tersebut merespons pernyataan Raja Juli yang menyebut asap kebakaran tidak mengenal batas wilayah. Raja Juli sebelumnya menjelaskan asap dari kebakaran di Serawak, Malaysia, dapat terbawa angin hingga masuk ke wilayah Indonesia.
Anas mengatakan pemerintah tetap layak mendapat dukungan atas upaya menangani karhutla.
“Kita dukung dan hargai kerja keras untuk mengatasi masalah karhutla ini,” kata Anas, Rabu (2/9).
Meski begitu, Anas meminta penanganan karhutla dilakukan secara lebih terkoordinasi dan terarah.
“Fokus saja untuk melanjutkan kerja keras dengan makin terkoordinasi, sistematis, masif dan terarah, sehingga makin efektif,” ujarnya.
Anas juga meminta pemerintah tidak mengeluarkan penjelasan yang justru berpotensi memunculkan persoalan baru. Dia menyinggung pernyataan mengenai arah angin dan asap yang tidak memiliki identitas.
“Tidak perlu dengan penjelasan yang mengundang potensi residual, seperti arah angin, asap tak beridentitas, atau sejenisnya,” jelas Anas.
Menurutnya, persoalan utama yang harus segera diselesaikan adalah titik api. Ke mana pun asap bergerak, kata Anas, pemadaman harus tetap menjadi prioritas.
“Asap ke arah mana pun, bergerak atau tidak bergerak jauh, yang penting adalah bagaimana mengatasi titik apinya. Untuk saat ini,” katanya.
Anas juga meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman ketika karhutla terjadi. Pencegahan perlu dilakukan agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali menjadi persoalan yang berulang setiap tahun.
“Dan lebih penting agar tahun-tahun berikutnya keadaan menjadi lebih baik,” sambungnya.
Dia berharap karhutla tidak terus menjadi persoalan tahunan yang ditangani dengan pola sama.
“Tidak menjadi ‘masalah tahunan’ yang seperti selalu ‘jatuh ke lubang yang sama’,” tutur Anas.
Sebelumnya, Raja Juli mengatakan kebakaran hutan juga terjadi di Serawak, Malaysia. Dia menjelaskan asap dapat bergerak mengikuti arah angin.
“Kebakaran itu tidak terjadi di kita saja. Di Serawak itu juga terjadi kebakaran hutan. Cuma ini arah angin kebetulan, kebetulan sekali. Asap nggak ada KTP-nya, gitu,” kata Raja Juli.
Dia memastikan pemerintah tetap berupaya maksimal menangani karhutla untuk melindungi masyarakat Indonesia sekaligus mencegah dampak negatif terhadap negara tetangga.
“Jadi kita tetap akan berjuang. Semaksimal mungkin kita tidak akan memberikan dampak negatif atau mudarat kepada tetangga kita,” tandasnya.

