Intime – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, disuspend sementara. Penghentian operasional dilakukan setelah menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan SPPG tersebut diduga menyebabkan ratusan santri Ponpes Manba’ul Hikam keracunan.
Sebanyak 431 santri dan santriwati mendapat perawatan medis setelah menyantap menu MBG pada Selasa (1/9).
Menu yang dibagikan saat itu terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan apel.
Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan pihaknya langsung mendatangi SPPG Kalitengah setelah mendapat laporan kejadian tersebut.
“Kami juga tadi sudah mendapatkan informasi langsung dan kami bergerak ke SPPG. Untuk saat ini SPPG kita berhenti operasional,” kata Teguh di RS Notopuro Sidoarjo, Rabu (2/9).
Menurut Teguh, makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah diamankan. Sampel makanan kemudian diambil untuk diperiksa di laboratorium.
Sampel tersebut diambil oleh Dinas Kesehatan Sidoarjo dan kepolisian. Hasil pemeriksaan akan digunakan untuk mengetahui kandungan makanan sekaligus mencari penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada para santri.
“Selanjutnya hasil lab dan lain-lain kita menunggu untuk satu minggu ke depan ya untuk kunci hasil lab. Jadi sampel sudah diambil dari Dinas Kesehatan Sidoarjo serta dari kepolisian,” jelasnya.
BGN, kata Teguh, masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan arahan dari BGN pusat sebelum menentukan langkah selanjutnya terhadap SPPG Kalitengah.
SPPG tersebut diketahui mendistribusikan MBG ke sejumlah sekolah dan pesantren di Kecamatan Tanggulangin. Total ada sekitar 2.800 porsi yang dibagikan pada Selasa.
“Sekolah dan pesantren. Di pesantren itu ada sekitar 1.000-an, sisanya di luar, di luar pesantren, di sekolah-sekolah,” ungkap Teguh.
BGN bersama pemerintah daerah juga akan mengecek sekolah-sekolah lain yang menerima menu MBG dari SPPG Kalitengah. Pemeriksaan dilakukan untuk mengantisipasi munculnya keluhan serupa.
Sementara itu, 431 santri yang mengalami gejala telah dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Mereka dirawat di antaranya di RS Notopuro, RS Delta Surya, RS Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, dan RS Arafah Anwar Medika.
Pemeriksaan laboratorium masih ditunggu untuk memastikan apakah menu MBG tersebut memang menjadi penyebab keracunan yang dialami para santri.

