Intime – Nama anggota DPR RI dari Partai NasDem Eva Stevany Rataba disebut tercantum dalam data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Eva membantah pernah mendaftar ataupun menerima bantuan sosial tersebut.
Eva mengaku heran ketika mengetahui namanya tercantum dalam data penerima PKH.
“Informasinya begitu (terdaftar PKH). Makanya saya juga heran,” ujar Eva kepada awak media, Senin (7/9).
Setelah mengetahui informasi tersebut, Eva mengaku langsung mendatangi instansi terkait. Dia meminta dilakukan pengecekan untuk mengetahui asal data tersebut sekaligus memperbaiki apabila terdapat kesalahan.
“Waktu saya tahu nama saya tercantum dalam data tersebut, saya sendiri yang datang mempertanyakan datanya dan meminta agar segera dilakukan pengecekan serta perbaikan,” katanya.
Eva meminta pemerintah tidak hanya menyelesaikan persoalan karena namanya tercantum dalam data PKH. Dia mendorong penelusuran dilakukan untuk mengetahui sumber data, riwayat pembaruan, serta status kepesertaan.
“Justru saya mempertanyakan, bagaimana mungkin saya bisa tercatat dalam data tersebut. Karena itu saya meminta agar sumber dan riwayat datanya ditelusuri secara terbuka,” tegas Eva.
Dia juga meminta pemutakhiran data penerima bansos dilakukan secara menyeluruh, terutama di wilayah Toraja Utara. Menurutnya, persoalan akurasi data dapat berdampak terhadap masyarakat yang memang membutuhkan bantuan.
“Kalau nama saya yang jelas tidak pernah mendaftar dan tidak pernah menerima PKH bisa tercantum dalam data, maka ini harus menjadi perhatian serius untuk memastikan tidak ada masyarakat kurang mampu yang justru terlewat,” ujarnya.
Eva mendukung verifikasi dan pemutakhiran data melibatkan pemerintah daerah, pemerintah kelurahan atau lembang, serta instansi terkait.
“Saya tidak ingin persoalan ini sekadar menjadi polemik. Saya ingin ini menjadi pintu masuk untuk memperbaiki data. Silakan ditelusuri secara transparan bagaimana nama saya bisa masuk, kapan masuk, dan berdasarkan data apa,” pungkasnya.
Eva merupakan anggota DPR RI dari Dapil Sulawesi Selatan III yang kembali terpilih pada Pemilu 2024. Dia kini bertugas di Komisi X DPR RI.
Pada Pemilu 2019, Eva meraih 44.240 suara. Perolehan suaranya meningkat menjadi 73.910 suara pada Pemilu 2024. Sementara LHKPN periodik 2023 mencatat kekayaan Eva sebesar Rp 16,17 miliar.
Eva menegaskan, tercantumnya namanya dalam data penerima PKH bukan berarti dirinya pernah menerima bantuan tersebut. Dia meminta pemerintah memastikan bagaimana namanya dapat masuk dalam data tersebut.

