Intime – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) MAV-Net Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor menggelar WorkshopAudio Visual (WAV) 2026 di Tirta Ciburial, Cinangneng, Kabupaten Bogor, 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Kegiatan tersebut diikuti 36 peserta, terdiri dari 35 mahasiswa UIKA Bogor dan satu peserta dari kalangan pelajar. Mengusung tema “Nyalakan Ide, Bebaskan Kreasi”, workshop ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengenal sekaligus mempraktikkan proses produksi karya audio visual, khususnya film.
Ketua Pelaksana Workshop Audio Visual 2026, Ibnu Zein, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berisi penyampaian materi perfilman, tetapi juga praktik langsung pembuatan film oleh para peserta.
“Di Workshop Audio Visual 2026 tidak hanya belajar materi-materi perfilman, tetapi juga praktik langsung membuat film,” ujar Ibnu.
Adapun materi yang diberikan meliputi sejarah dan wawasan film, keorganisasian, manajemen produksi, ide cerita, penulisan skenario, penyutradaraan, produser, audioman, artistik, hingga editing.
Selain pembelajaran di dalam aula, peserta juga mengikuti sejumlah kegiatan luar ruangan, seperti outbound, api unggun, dan final project. Dalam kegiatan api unggun, peserta diberi kesempatan menunjukkan bakat masing-masing sesuai dengan semangat tema yang diusung.
Ibnu menilai praktik pembuatan film, outbound, dan kegiatan api unggun menjadi bagian paling berkesan selama workshopberlangsung karena memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta.
Ia mengaku, penyelenggaraan WAV 2026 juga menjadi pengalaman berharga dalam mengelola kegiatan, membangun komunikasi, menjaga tanggung jawab, serta menyelesaikan berbagai tantangan selama proses pelaksanaan.
“Sebuah kegiatan yang berhasil bukan berarti tanpa masalah, melainkan bagaimana kita bisa saling menguatkan dan menyelesaikannya bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua UKM MAV-Net UIKA Bogor, Aulia Kia, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai. Ia mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti setiap proses pembelajaran dan mencoba hal-hal baru di bidang audio visual.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama workshopdiharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman kegiatan, tetapi dapat menjadi bekal bagi peserta untuk menghasilkan karya-karya berikutnya.
“Jangan berhenti belajar dan jangan takut untuk mencoba, karena ilmu yang didapatkan selama workshop ini semoga bisa menjadi bekal untuk menghasilkan karya ke depannya,” kata Aulia.
Ia juga berharap hubungan dan semangat berkarya antarpeserta tetap terjaga setelah kegiatan berakhir, termasuk dengan keluarga besar MAV-Net UIKA Bogor. (Rifa Amrie Maslan)

