BACH dan EMMI Resmi IPO, Himpun Dana Rp 517,57 Miliar

Intime – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengantarkan dua perusahaan melangsungkan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) di pasar modal Indonesia pada hari ini.

Kedua perusahaan yaitu PT Bach Multi Global Tbk (BACH) yang berhasil menghimpun dana senilai Rp 271,83 miliar dan PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) yang memperoleh dana Rp 245,74 miliar, sehingga total dana terhimpun dari keduanya senilai Rp 517,57 miliar.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan melalui pasar modal kedua perusahaan memiliki kesempatan untuk memperkuat kapasitas usaha melalui akses pendanaan yang lebih luas sekaligus menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

“Semoga langkah ini menjadi awal perjalanan baru bagi kedua perusahaan untuk memperluas dampak, memperkuat daya saing, serta bertumbuh secara berkelanjutan bersama pasar modal Indonesia,” ujar Saidu di Main Hall BEI Jakarta, Rabu (8/7).

Dalam IPO, BACH menawarkan 615 juta saham baru atau setara 15,06 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp442 per saham, sehingga berhasil menghimpun dana Rp271,83 miliar.

Tingginya minat investor tercermin dari saham BACH yang menembus batas (auto reject atas/ARA) atau naik 24,43 persen ke posisi Rp550 dari penawaran Rp442 per saham.

Direktur Utama BACH Budi Kurniawan mengungkapkan sekitar 70 persen dana hasil IPO akan dialokasikan sebagai modal kerja, khususnya untuk pembelian genset guna memenuhi permintaan penjualan maupun penyewaan.

“Sementara, sekitar 30 persen sisanya akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman bank sehingga memperkuat struktur permodalan dan menurunkan tingkat leverage perseroan,” ujar Budi.

Sementara itu, dalam IPO, EMMI menawarkan sebanyak 522.85 juta saham baru atau 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp470 per saham, sehingga berhasil menghimpun dana Rp 609,98 miliar.

Saham EMMI tercatat naik 20,21 persen ke posisi Rp 565 per saham dari penawaran Rp 470 per saham pada perdagangan pukul 10.59 WIB.

Direktur Utama EMMI Florian Chris Widjaja mengungkapkan dana hasil IPO akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan, melakukan ekspansi fasilitas produksi, serta mendukung kebutuhan modal kerja perseroan.

“Selain itu, sebagian dana akan digunakan untuk pembayaran sebagian pinjaman pinjaman bank, sebagai untuk pembangunan gedung pabrik baru di Cikupa, dan sisanya untuk pembelian persediaan serta kebutuhan modal kerja terkait proyek dan pengadaan alat kesehatan,” ujar Florian.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini