Belanja Negara Melonjak 34 Persen, Purbaya Kebut Gas Anggaran Rp1.365 Triliun

Intime – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah terus mengakselerasi belanja negara untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Hingga Mei 2026, realisasi belanja negara telah mencapai Rp1.365,4 triliun atau 35,5% dari target APBN 2026 sebesar Rp3.842,7 triliun.

Angka tersebut melonjak 34,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menunjukkan pemerintah mulai agresif mengalirkan anggaran ke berbagai sektor prioritas.

“Belanja negara tetap tumbuh 34,4%. Bagus, artinya sesuai dengan target ya, kita selalu ingin mempercepat belanja mencapai Rp1.365,4 triliun,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat.

Dari total realisasi tersebut, belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.059,3 triliun atau 33,6% dari pagu APBN. Kinerja ini tumbuh signifikan sebesar 52,6% secara tahunan.

Lonjakan belanja pemerintah pusat terutama ditopang oleh realisasi belanja kementerian dan lembaga (K/L) yang mencapai Rp517,7 triliun. Penyaluran anggaran didorong oleh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), bantuan sosial, hingga pencairan tunjangan hari raya (THR).

Sementara itu, belanja non-K/L tercatat sebesar Rp541,6 triliun. Komponen ini banyak digunakan untuk pembayaran manfaat pensiun, subsidi energi, serta kompensasi bahan bakar minyak (BBM) dan listrik.

Meski belanja pemerintah pusat melesat, transfer ke daerah (TKD) justru menunjukkan tren berbeda. Hingga Mei 2026, realisasi TKD mencapai Rp306,1 triliun atau mengalami kontraksi 4,9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pemerintah berharap percepatan belanja negara pada semester pertama tahun ini dapat menjadi mesin penggerak aktivitas ekonomi, sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan global dan tantangan fiskal yang masih membayangi APBN.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini