spot_img

BEM UBK Diduga Terima Rp 20-30 Juta Usai Bertemu Wapres, PDIP: Ada Orkestrasi Murahan

Intime – Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menanggapi isu dugaan pemberian uang kepada mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) yang sempat bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di tengah aksi demonstrasi beberapa waktu lalu.

Deddy mengatakan polemik tersebut menunjukkan bahwa setiap gerakan mahasiswa berpotensi ditunggangi pihak tertentu. Namun, menurutnya, pihak yang selama ini dituduh belum tentu merupakan pihak yang sebenarnya bermain di belakang layar.

“Dalam setiap gerakan mahasiswa memang ada pihak-pihak yang berpotensi menunggangi. Nah, cuma sayangnya yang dituding dengan yang sebenarnya melakukan kadang-kadang nggak sejalan,” kata Deddy kepada wartawan, Selasa (23/6/2026).

Dia menyinggung tudingan yang selama ini dialamatkan kepada PDIP sebagai pihak yang berada di balik sejumlah demonstrasi mahasiswa.

“Kalau melihat kasus UBK itu kan terlihat bahwa memang yang menunggangi itu ya Mas Wapres. Nggak tahu itu arahan dia atau inisiatif anak buahnya,” ujarnya.

Deddy mengacu pada pengakuan mahasiswa yang menyebut adanya uang sekitar Rp20 juta hingga Rp30 juta yang diberikan melalui aparat kepolisian agar arah demonstrasi berubah menjadi pertemuan dengan Wakil Presiden.

Menurut dia, pola semacam itu sulit disebut sebagai inisiatif dari tingkat bawah.

“Orkestrasi murahan kayak begini kan nggak mungkin dari bawah, tapi dari atas,” katanya.

Meski demikian, Deddy menilai praktik penumpangan kepentingan terhadap aksi mahasiswa merupakan hal yang sulit dihindari. Dia menyebut selalu ada pihak yang menjadi “free rider” dan memanfaatkan momentum yang ada.

“Sebenarnya ditunggangin itu susah menghindarkan. Ada saja orang yang mencari kesempatan seperti kasus mahasiswa UBK ini,” ucapnya.

Deddy menduga sebagian mahasiswa mungkin menganggap pertemuan dengan pejabat negara merupakan kesempatan baik untuk menyampaikan tuntutan secara langsung.

“Mungkin mereka pikirannya bagus juga, bisa langsung ketemu pejabat dan menyampaikan tuntutan. Walaupun tentu itu di luar bayangan teman-temannya semua,” pungkasnya.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini