Intime – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran standar operasional dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Setiap dugaan keracunan akan langsung ditindaklanjuti dengan penghentian operasional dapur, investigasi menyeluruh, hingga pencopotan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab.
Sudaryono mengatakan setiap laporan dugaan keracunan diperlakukan sebagai kejadian serius karena menyangkut keselamatan penerima manfaat, terutama anak-anak. Karena itu, BGN menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap setiap insiden keamanan pangan.
“Setiap kejadian itu satu dapurnya ditangguhkan, kemudian makanannya dicek di laboratorium oleh Dinas Kesehatan di bawah pengawasan Kementerian Kesehatan. Kami cari tahu penyebabnya, kepala SPPG-nya kami copot, lalu kami investigasi,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (6/8).
Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan masih ditemukan pelanggaran terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), salah satunya proses memasak yang dilakukan lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan sehingga berpotensi memengaruhi keamanan pangan.
“Kami melihat beberapa penyebab, misalnya SOP-nya dilanggar karena memasak terlalu cepat. Semua tahapan di dapur sebenarnya sudah terekam dalam sistem,” ujarnya.
Sudaryono menegaskan, kepatuhan terhadap SOP menjadi faktor utama dalam menjaga kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan melalui Program MBG. Karena itu, pengawasan terhadap seluruh SPPG akan diperketat agar setiap tahapan, mulai dari persiapan, pengolahan hingga distribusi makanan, berjalan sesuai standar.
Ia juga membuka kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kasus tertentu. Apabila ditemukan indikasi sabotase atau pelanggaran yang disengaja, BGN akan menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum.
“Kalau memang ada unsur kesengajaan atau sabotase, kami tidak segan menyerahkannya kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai hukum,” tegasnya.
BGN berharap langkah tegas tersebut dapat meningkatkan disiplin seluruh pengelola SPPG sekaligus mencegah terulangnya insiden keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

