BGN Libatkan Guru dan Posyandu Awasi MBG, 99,88% Menu Dinilai Layak Konsumsi

Intime – Badan Gizi Nasional (BGN) mulai memperkuat sistem pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melibatkan langsung pihak penerima manfaat melalui aplikasi digital bernama Review Menu MBG (Organoleptik).

Langkah ini menjadi strategi baru BGN untuk memastikan kualitas makanan yang didistribusikan tetap terjaga, sekaligus mencegah munculnya persoalan dalam pelaksanaan program MBG di berbagai daerah.

Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya mengatakan aplikasi tersebut memungkinkan proses evaluasi dilakukan secara langsung oleh guru dan kepala posyandu yang ditunjuk sebagai penanggung jawab kelompok penerima manfaat.

“Saat paket MBG diterima, mereka dapat langsung memberikan penilaian terhadap kualitas makanan melalui sejumlah parameter yang telah disiapkan dalam sistem,” ujar Sony dalam keterangannya, Minggu (24/5).

Melalui aplikasi itu, pengguna dapat menilai berbagai aspek, mulai dari ketepatan waktu distribusi, aroma makanan, rasa makanan, hingga variasi menu yang disajikan. Sistem tersebut diharapkan membuat pengawasan kualitas makanan menjadi lebih cepat, terukur, dan transparan.

Data Dashboard Review Menu MBG per Sabtu (23/5) pukul 21.31 WIB mencatat sebanyak 1.707 laporan telah masuk dari berbagai wilayah. Hasilnya, sebanyak 1.705 laporan atau 99,88% menyatakan makanan layak dikonsumsi, sementara hanya dua laporan yang menyebut makanan tidak layak konsumsi.

Selain itu, tingkat ketepatan waktu distribusi makanan mencapai 97,95%. Sebanyak 1.672 laporan menyebut makanan diterima tepat waktu atau lebih awal, sedangkan 35 laporan mencatat keterlambatan pengiriman.

Dalam aspek kualitas sensorik, sebanyak 99,71% laporan menyebut aroma makanan layak, sementara tampilan makanan dinilai sesuai standar dalam 99,41% laporan. Dari sisi rasa, sebanyak 98,89% penerima manfaat menilai makanan dalam kondisi normal dan dapat diterima dengan baik.

Sony menegaskan, aplikasi tersebut bukan sekadar alat evaluasi, tetapi bagian dari sistem pengawasan berlapis untuk menjaga kualitas pelaksanaan MBG secara nasional.

“Aplikasi ini dikembangkan agar penerima manfaat ikut terlibat dalam pengawasan kualitas MBG. Dengan demikian Ka SPPG dan seluruh mitra semakin serius menjaga kualitas makanan yang didistribusikan,” kata Sony.

BGN berharap keterlibatan guru dan kepala posyandu mampu menjadi sistem deteksi dini terhadap potensi masalah distribusi maupun kualitas makanan, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program pemenuhan gizi nasional tersebut.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini