BRIN Minta Maaf atas Desain Garuda Pancasila yang Pakai AI

Intime – Unggahan peringatan Hari Lahir Pancasila oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menuai sorotan publik di media sosial. Gambar Garuda Pancasila yang diunggah melalui akun resmi BRIN di platform X pada Senin (1/6) dikritik karena dinilai tidak sesuai dengan kaidah lambang negara.

Perhatian warganet tertuju pada ilustrasi Garuda yang disebut dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sejumlah pengguna media sosial menilai jumlah bulu pada sayap dan ekor Garuda dalam gambar tersebut tidak sesuai dengan ketentuan resmi yang melekat pada lambang negara Indonesia.

Kritik pun bermunculan di kolom komentar. Warganet menyoroti pentingnya ketelitian dalam penggunaan simbol negara, terlebih pada momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang memiliki makna historis dan kebangsaan.

Menanggapi polemik tersebut, BRIN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Lembaga tersebut mengakui adanya ketidakcermatan dalam proses pembuatan materi visual yang diunggah melalui media sosial resmi.

Berikut permintaan maaf BRIN:

“BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam tayangan konten peringatan Hari Lahir Pancasila yang telah kami bagikan.

Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang.

Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki.

Kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, masukan, dan kontrol dari seluruh lapisan masyarakat kepada BRIN”

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini