Intime – Kebakaran hebat yang melanda kawasan permukiman dan lapak pedagang di Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6) malam, meninggalkan duka bagi ratusan warga. Sebanyak 400 keluarga terpaksa mengungsi setelah rumah dan tempat usaha mereka dilalap api.
Selain menyebabkan kerugian materi yang besar, insiden tersebut juga mengakibatkan enam warga mengalami luka ringan dan sesak napas akibat menghirup asap tebal. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis.
“Ada beberapa warga masyarakat yang dibawa ke rumah sakit karena luka ringan dan sesak karena asap,” kata Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta, Bayu Meghantara.
Pasca kebakaran, ratusan warga terdampak untuk sementara ditempatkan di tenda pengungsian yang didirikan di lahan kosong di samping lokasi kejadian. Mereka kini bergantung pada bantuan darurat sambil menunggu pendataan dan penanganan lebih lanjut dari pemerintah.
Api berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran berjibaku selama lebih dari 2,5 jam. Puluhan unit mobil pemadam dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api yang menghanguskan sejumlah bangunan di kawasan padat penduduk tersebut.
Untuk membantu penanganan di lapangan, sebanyak 200 personel kepolisian diterjunkan. Selain melakukan pengamanan, petugas juga membantu warga mengevakuasi barang-barang berharga dari rumah dan kios yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
“Sebanyak 200 personel kami siagakan di lokasi untuk membantu pengamanan, mengatur jalur evakuasi, serta membantu warga menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung.
Menurut Reynold, situasi di lokasi kini telah kondusif. Aparat masih berjaga untuk mengantisipasi gangguan keamanan serta mencegah warga memasuki area yang dinilai berbahaya.
Pemerintah bersama sejumlah instansi terkait saat ini juga tengah menyiapkan bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi. Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan, sedangkan pendataan kerugian dan jumlah bangunan yang terdampak terus dilakukan.

