Intime – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino menegaskan pembangunan Jakarta tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Menurutnya, kolaborasi aktif antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan ibu kota.
Hal itu disampaikan Wibi saat menghadiri acara “1 Tahun Aksi Bersama” di Gedung CCM, Jakarta Pusat, Minggu (19/7). Kegiatan tersebut mengusung semangat gotong royong dan aksi komunitas dalam mendorong pembangunan kota.
Menurut Wibi, gerakan berbasis komunitas mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sehingga perlu terus didorong dan diperkuat.
“Tentunya ini menjadi satu langkah baik yang perlu kita coba ciptakan di Jakarta,” ujar Wibi.
Dalam kesempatan itu, Wibi juga mengapresiasi mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dinilainya telah menginspirasi lahirnya gerakan kolaboratif berbasis masyarakat.
“Community action itu bisa berdampak secara luar biasa. Pak Anies itulah our former governor di Jakarta yang menginspirasi Indonesia pada hari ini,” katanya.
Wibi menilai sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat harus terus diperkuat karena berbagai persoalan perkotaan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah.
“Tanpa ada kolaborasi dengan masyarakat itu akan berat,” ujarnya.
Ia mencontohkan persoalan parkir liar yang membutuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga ketertiban. Demikian pula dengan penanganan banjir yang tidak akan tuntas apabila masih ada warga membuang sampah ke sungai atau mendirikan bangunan di bantaran kali.
Menurut Wibi, semangat kolaborasi juga telah menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), di mana aspirasi masyarakat menjadi dasar penyusunan program pemerintah.
Di akhir sambutannya, Wibi mengajak generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam kegiatan sosial dan pembangunan kota.
“Saya mengajak seluruh anak muda Jakarta, ayo kita sama-sama bangun kota tercinta ini, toh itu juga buat kita sendiri,” pungkasnya.

