Intime – Sebanyak 730 orang keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur. Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mencopot Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho.
Wakil Kepala BGN Trenggono mengatakan dapur yang menjadi sumber penyediaan MBG tersebut juga dihentikan operasionalnya.
“Sudah. Begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan, kepala dapurnya dicopot,” kata Trenggono, Jumat (4/9).
Trenggono mengatakan BGN terus mengevaluasi pelaksanaan program MBG. Evaluasi dilakukan untuk memperbaiki tata kelola sekaligus memastikan seluruh SPPG mematuhi standar operasional prosedur (SOP).
Dia menyebut kasus keracunan yang terjadi umumnya berkaitan dengan ketidakpatuhan terhadap SOP.
“Tadi kan sudah disampaikan bahwa kita terus memperbaiki tata kelola. Kita terus memperbaiki, mengevaluasi apa kekurangannya. Tetapi secara SOP dan sebagainya sudah sesuai ya, yang keracunan rata-rata ketidakpatuhan terhadap SOP, itu yang perlu digaris bawahi,” ujarnya.
Trenggono juga akan turun langsung mengecek dapur SPPG yang terdampak.
“Nanti setelah salat Jumat saya akan ke dapur yang terdampak ini,” tuturnya.
Dia mengatakan secara umum ada dapur SPPG yang dinilai sudah cukup baik. Namun, masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki.
“Hanya ada beberapa koreksi atau evaluasi yang nanti akan dipenuhi oleh mitra,” katanya.
BGN menyatakan evaluasi dan perbaikan tata kelola akan terus dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai ketentuan.

