Cegah Balap Liar, JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Intime – Pemprov DKI Jakarta akan menutup akses Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Antasari setiap akhir pekan. Kebijakan ini dilakukan untuk mencegah aksi balap liar yang meresahkan masyarakat.

Penutupan perdana dimulai Sabtu (14/11) dini hari pukul 00.00-04.00 WIB. Selanjutnya, akses JLNT Antasari akan ditutup setiap Jumat malam hingga Sabtu dini hari dan Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setelah adanya laporan masyarakat terkait balap liar di JLNT Antasari.

“Pemasangan portal di JLNT Antasari merupakan tindak lanjut arahan Bapak Gubernur untuk merespons laporan masyarakat terkait aktivitas balap liar. Langkah ini diharapkan dapat mencegah balap liar, meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” kata Budi di Jakarta, Senin (2/11).

Budi menjelaskan, pemasangan portal dilakukan oleh Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan bersama Polres Metro Jakarta Selatan. Ada lima titik akses yang akan dipasangi portal.

Lokasinya yakni jalan masuk Masjid Al Itushom, jalan keluar Pasar Cipete, jalan masuk Blok M, jalan keluar di depan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, serta jalan masuk di depan kantor wali kota.

Penutupan pertama akan diawali apel petugas pada Jumat (13/11) pukul 22.00 WIB di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

Setelah itu, petugas gabungan akan melakukan pengamanan lalu lintas dan menutup akses masuk JLNT menggunakan portal yang dilengkapi barier atau kerucut lalu lintas (*traffic cone*).

Kendaraan yang masih berada di atas jalan layang akan diarahkan keluar melalui jalur yang tersedia. Dengan begitu, tidak ada kendaraan yang terjebak di area JLNT saat penutupan berlangsung.

Sebelum kebijakan diterapkan, Dishub DKI akan menyosialisasikan penutupan kepada masyarakat pada 30 Oktober-13 November 2026. Sosialisasi dilakukan dengan memasang spanduk di 10 titik dan menyebarkan informasi melalui media sosial.

Budi mengatakan, patroli tetap dilakukan selama masa sosialisasi. Petugas dari unsur terkait akan berpatroli setiap Jumat malam hingga Sabtu dini hari serta Sabtu malam hingga Minggu dini hari.

“Selama masa sosialisasi, sebelum penutupan akses JLNT Antasari diberlakukan, petugas dari unsur terkait tetap melakukan patroli bergerak (mobile) setiap Jumat malam hingga Sabtu dini hari serta Sabtu malam hingga Minggu dini hari,” ujar Budi.

Pemprov DKI berharap penutupan akses tersebut dapat mencegah balap liar, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, dan menjaga ketertiban lalu lintas di kawasan Jakarta Selatan.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini