spot_img

Dari BUMN hingga Pariwisata, Prabowo Tancap Gas Optimalkan Aset Negara

Intime – Presiden Prabowo Subianto terus mendorong transformasi pengelolaan aset negara agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. Dalam pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Rosan Roeslani di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, Minggu (21/6), Presiden membahas strategi besar menjadikan aset negara sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap optimalisasi kekayaan negara melalui percepatan transformasi BUMN serta pengembangan sektor-sektor ekonomi yang memiliki potensi besar menciptakan nilai tambah.

“Mengelola aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat,” kata Teddy dilansir dari laman Seskab

Menurut Teddy, Danantara diharapkan tidak hanya berperan sebagai pengelola investasi, tetapi juga menjadi katalisator lahirnya sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Salah satu fokus yang dibahas adalah penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan berbagai agenda berskala nasional maupun internasional.

“Peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui event olahraga, konser musik, hingga industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional,” ujarnya.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya percepatan konsolidasi BUMN sebagai bagian dari reformasi besar perusahaan negara. Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, sekaligus mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara.

Teddy mengungkapkan bahwa dari sekitar 1.077 entitas BUMN yang ada saat ini, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. Pemerintah pun menargetkan sekitar 300 entitas lainnya segera menyusul dalam waktu dekat.

“Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” jelasnya.

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen Presiden Prabowo untuk menjadikan aset negara bukan sekadar kekayaan yang tersimpan, melainkan instrumen produktif yang mampu menciptakan investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Dengan dukungan Danantara sebagai pengelola investasi strategis, pemerintah berharap setiap aset negara dapat menghasilkan nilai tambah yang lebih besar, memperkuat daya saing nasional, serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini