Intime – Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus melontarkan respons keras terhadap pernyataan Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid yang meminta partainya bersikap tegas terkait posisi politik. Deddy meminta Jazilul fokus mengurus partainya sendiri dan tidak mencampuri urusan internal PDIP.
“Lebih baik Jazilul urus partainya sendiri daripada ngurusi orang lain. Sikap dan posisi PDI Perjuangan merupakan keputusan organisasi. Jadi tidak bisa seenaknya kader partai lain mendesak kami melakukan apa pun. Memangnya dia siapa?” kata Deddy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6).
Sebelumnya, Jazilul meminta PDIP tidak bersikap “abu-abu” menyusul kehadiran kader PDIP Andi Widjajanto dalam aksi demonstrasi mahasiswa beberapa waktu lalu. Jazilul menyebut posisi politik yang tegas lebih mudah dihormati.
Menanggapi hal itu, Deddy menilai Jazilul perlu memperbanyak literasi mengenai perbedaan sistem parlementer dan presidensial. Menurut dia, konsep oposisi secara formal hanya dikenal dalam sistem parlementer.
“Kalau paham, mestinya dia tidak ngomong begitu,” ujarnya.
Deddy menjelaskan Indonesia menganut sistem presidensial dengan basis ideologi yang sama, yakni Pancasila. Karena itu, fungsi pengawasan terhadap pemerintah dilakukan melalui mekanisme checks and balances di DPR, bukan melalui oposisi formal.
Ia juga mencontohkan Amerika Serikat yang tidak mengenal istilah oposisi sebagaimana di Inggris yang menerapkan sistem parlementer.
Deddy menegaskan, posisi PDIP selama ini sudah jelas, yakni berada di luar pemerintahan sekaligus menjalankan fungsi penyeimbang kekuasaan.
“Posisi PDI Perjuangan sudah tegas, berada di luar pemerintahan dan menjadi penyeimbang kekuasaan. Kurang terang benderang apa urusan ini bagi dia?” tegasnya.
Menurut Deddy, mayoritas kursi DPR saat ini sudah diisi partai-partai pendukung pemerintah sehingga keberadaan PDIP sebagai penyeimbang diperlukan.
Ia pun mempertanyakan motif di balik pernyataan Jazilul.
“Saya tidak tahu maksud pernyataan dia. Karena enggak paham, ingin mengadu domba dengan pemerintah atau karena galau sebab tidak maksimal sebagai partai maupun fraksi di DPR?” kata Deddy.


