Intime – DPR RI bersama pemerintah mulai mematangkan strategi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2027. Sejumlah kementerian dan lembaga hadir dalam rapat koordinasi dan konsultasi di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (31/8).
Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati. Dari pemerintah hadir Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia terpilih Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta COO BPI Danantara Dony Oskaria.
Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro mengatakan pertemuan tersebut menjadi forum untuk menyatukan kebijakan ekonomi antarkementerian dan lembaga.
“Kita ingin melakukan koordinasi dan konsultasi antara satu kementerian dengan kementerian yang lain supaya bersinergi, sesuai dengan tema untuk mewujudkan tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat,” ujar Fauzi di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (31/8).
Fauzi mengatakan sejumlah indikator ekonomi dibahas dalam pertemuan tersebut. Di antaranya asumsi makroekonomi, belanja negara, defisit APBN 2027, hingga investasi.
Menurut dia, investasi menjadi salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah perlu memastikan peningkatan investasi berjalan searah dengan target pertumbuhan ekonomi.
“Semakin tinggi pertumbuhan ekonomi, semakin tinggi investasi, semakin tinggi juga pertumbuhan ekonomi. Ini harus ditemukan, antara pertumbuhan ekonomi yang 6 persen,” katanya.
DPR, lanjut Fauzi, juga ingin memastikan seluruh asumsi makro yang telah ditetapkan dapat direalisasikan.
“Kita ingin semuanya on the track. Baik itu investasi, baik itu pendapatan negara kita, maupun belanja negara kita. Yang akhirnya termasuk nilai tukar,” ucapnya.
Dia mengatakan koordinasi diperlukan karena kebijakan ekonomi tidak dapat dijalankan secara terpisah. Pemerintah harus memastikan kebijakan fiskal, investasi, sektor keuangan, dan perencanaan pembangunan berjalan dalam satu arah.
Dengan koordinasi tersebut, DPR berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas fiskal sekaligus menciptakan ruang yang cukup untuk mendorong pertumbuhan.
Target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 dinilai membutuhkan dukungan investasi yang kuat serta pengelolaan penerimaan dan belanja negara secara tepat.
Fauzi menegaskan DPR ingin seluruh asumsi makro yang telah difinalisasi berjalan sesuai target.
“Yang kita harapkan semuanya on the track,” ujarnya.
Menurut dia, pencapaian target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 pada akhirnya harus tercermin pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, koordinasi pemerintah dan DPR tidak hanya diarahkan untuk memenuhi angka pertumbuhan, tetapi juga memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

