Intime – Persoalan pengelolaan sampah Jakarta, termasuk beban TPST Bantargebang dan percepatan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), menjadi fokus pembahasan antara Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono di Jakarta, Kamis (21/5).
Pertemuan tersebut fokus membahas percepatan peta jalan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), pemilahan sampah dari hulu, hingga upaya mengurangi ketergantungan Jakarta terhadap TPST Bantargebang.
Wibi menilai, persoalan sampah Jakarta sudah tidak bisa lagi ditangani dengan pola lama. Karena itu, koordinasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah pusat harus diperkuat agar persoalan sampah tidak terus menumpuk tanpa solusi nyata.
“Kami berterima kasih atas dukungan yang luar biasa dari Pak Wamen, Bang Diaz, untuk DKI Jakarta,” ujar Wibi.
Dalam pertemuan itu, Wibi juga memberi sorotan keras kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta agar lebih serius menjalankan koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Ia meminta setiap undangan dan pembahasan teknis dari kementerian wajib dihadiri demi mempercepat penyelesaian masalah di lapangan.
“Kami meminta Dinas Lingkungan Hidup lebih serius. Setiap undangan dari Kementerian Lingkungan Hidup harus dihadiri,” tegasnya.
Menurut Wibi, hasil pertemuan tersebut akan langsung dilaporkan kepada Gubernur Pramono Anung untuk ditindaklanjuti melalui rapat teknis lanjutan, khususnya terkait tahapan pembangunan PSEL hingga sistem pengelolaan sampah terpadu.
Sementara itu, Diaz menegaskan Jakarta membutuhkan peta jalan pengelolaan sampah yang jelas dan terukur, mulai dari pemilahan, pengolahan, hingga pengurangan volume sampah yang dibuang ke Bantargebang.
Ia menekankan target utama pemerintah adalah menghentikan praktik open dumping dan memastikan sampah yang masuk ke Bantargebang hanya berupa residu akhir.
“Sudah tidak ada lagi open dumping dan semuanya terkelola dengan baik dari hulu,” ujar Diaz.
DPRD DKI bersama Kementerian Lingkungan Hidup juga berkomitmen mengawasi langsung kesiapan pemilahan sampah di tingkat kelurahan sebagai bagian dari reformasi besar pengelolaan sampah Jakarta.

