Intime – Kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi memasuki babak baru. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menyatakan siap menjadi justice collaborator (JC) dan mengaku siap membuka keterlibatan sejumlah tokoh dari kalangan eksekutif hingga legislatif.
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mengatakan komitmen tersebut telah disampaikan secara resmi dalam proses pemeriksaan penyidik.
“Pak Sony menyatakan siap menjadi Justice Collaborator. Tekad ini sudah dituangkan dalam BAP di Kejaksaan,” kata Krisna kepada wartawan, Kamis (4/6).
Menurut Krisna, langkah tersebut diambil untuk membantah tuduhan yang menyebut Sony sebagai aktor utama praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Ia menegaskan selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Sony hanya menjalankan fungsi verifikasi dan pendaftaran dalam proses pendirian SPPG.
Lebih jauh, Krisna mengklaim kliennya memiliki informasi mengenai pihak-pihak lain yang diduga ikut terlibat dalam perkara tersebut. Bahkan, kata dia, nama-nama yang dimaksud berasal dari kalangan pejabat eksekutif maupun legislatif.
“Menurut klien saya, yang jelas melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif. Klien saya siap buka semuanya,” ujarnya.
Meski demikian, Krisna belum bersedia mengungkap identitas pihak-pihak yang dimaksud. Ia menyebut pengungkapan akan dilakukan dalam proses persidangan.
“Pada waktunya nama-nama tokoh yang terlibat akan kami buka di pengadilan. Ini adalah itikad baik dari Pak Sony agar kasusnya transparan,” katanya.
Pernyataan tersebut menambah dinamika kasus dugaan korupsi MBG yang menyeret jajaran eks pimpinan BGN. Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama dua mantan wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, sebagai tersangka.
Ketiganya telah ditahan sejak 3 Juni 2026 untuk 20 hari pertama guna kepentingan penyidikan.
Dalam perkara ini, penyidik menduga terjadi penyimpangan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis periode 2025-2026. Sejumlah SPPG yang dibangun untuk mendukung program tersebut diduga terafiliasi dengan yayasan yang terkait para tersangka.
Dugaan praktik tersebut disebut menghasilkan aliran dana insentif operasional bernilai fantastis, mulai dari miliaran rupiah per hari hingga berpotensi mencapai triliunan rupiah dalam setahun yang mengalir ke yayasan-yayasan terkait eks pimpinan BGN.
Dengan pernyataan Sony yang siap menjadi justice collaborator, tekanan kini mengarah pada kemungkinan terbukanya aktor-aktor lain di luar BGN yang diduga ikut menikmati atau terlibat dalam skema pengelolaan proyek MBG.

