Erupsi Anak Krakatau Mulai Menurun, DPR: Tetap Harus Diawasi

Intime – Intensitas erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menurun. Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan puncak erupsi disebut telah terlewati, tetapi aktivitas gunung masih harus dipantau.

“Iya erupsinya menurun kan sekarang intensitasnya, tetap dilakukan pemantauannya, tetapi yang jelas kan intensitasnya menurun,” kata Lasarus saat dihubungi, Jumat (11/9).

Lasarus mengatakan informasi tersebut diperolehnya dari Badan Geologi dan BMKG. Menurut dia, aktivitas Anak Krakatau kini tinggal berupa erupsi-erupsi kecil.

“Kalau menurut info Badan Geologi dengan BMKG sih erupsi puncaknya sudah lewat katanya, berarti sekarang tinggal erupsi-erupsi kecil saja,” ujarnya.

Meski menurun, Lasarus menyebut erupsi masih terjadi secara konstan. Karena itu, dia meminta pengawasan terhadap gunung tersebut tidak dihentikan.

“Memang masih konstan, dan kalau bicara tetap diawasi ya harus tetap diawasi. Kita enggak bisa duga apakah nanti akan ada keluar letusan besar lagi atau enggak,” ucapnya.

Dia mengatakan aktivitas kegempaan Anak Krakatau saat ini juga sudah menurun dibandingkan ketika gunung tersebut mengalami erupsi hebat.

“Kalau lihat dari aktivitas kegempaannya, informasinya menurun, enggak sekencang waktu letusan hebatnya kemarin,” katanya.

Lasarus meminta masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari lembaga terkait. Dia mengimbau masyarakat tidak mempercayai isu yang tidak jelas sumbernya.

“Intinya masyarakat dengar petunjuk dari badan-badan terkait, BMKG, Badan Geologi, seterusnya yang berwenang untuk itu. Jadi masyarakat dengar informasi dari badan-badan itu saja, jangan dengar isu dan lain sebagainya,” tuturnya.

Diketahui, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi sejak Selasa (8/9). Erupsi berlangsung singkat selama beberapa detik.

Erupsi terbaru yang tercatat pada Kamis (10/9) pagi memiliki amplitudo maksimum 47 mm dan berlangsung selama 17 detik.

PVMBG menyatakan Gunung Anak Krakatau masih berpotensi mengalami erupsi karena gunung tersebut masih aktif. Namun, waktu terjadinya erupsi tidak dapat dipastikan.

“Data kegempaan sudah menurun signifikan, sehingga erupsi yang terjadi dipastikan hanya erupsi berenergi rendah seperti normalnya erupsi Krakatau sebelum erupsi menerus 25 jam di tanggal 4-6 September,” kata PVMBG.

Dengan kondisi tersebut, abu vulkanik yang dihasilkan erupsi saat ini juga relatif sedikit dan hanya jatuh di sekitar gunung.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini