Intime – Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan mengalami erupsi menerus. Erupsi terjadi sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB dan masih berlangsung hingga pengamatan Sabtu (5/9) pukul 06.00 WIB.
Dilansir dari laman Magma Kementerian ESDM, aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau saat laporan dibuat diinterpretasikan sebagai “lava fountain” atau lava air mancur.
Pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat satu kali gempa letusan atau erupsi. Gempa tersebut memiliki amplitudo 70 milimeter dengan durasi 21.600 detik.
Aktivitas erupsi juga disertai suara dentuman dan gemuruh. Suara tersebut terdengar dari Pos GAK Pasauran.
Gunung Anak Krakatau berada di wilayah Lampung Selatan, Lampung. Lokasinya berada di sekitar 6,102 derajat lintang selatan dan 105,423 derajat bujur timur.
Gunung tersebut memiliki ketinggian 157 mdpl. Selama periode pengamatan, cuaca di sekitar gunung terpantau berawan hingga mendung.
Angin bertiup lemah hingga sedang menuju barat laut. Suhu udara berada pada kisaran 26,5-27,1 derajat Celsius, sementara kelembapan mencapai 75-78 persen.
Masyarakat diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau selama aktivitas vulkanik masih berlangsung.
Rekomendasi serupa berlaku bagi pengunjung, wisatawan, dan pendaki. Mereka diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Anak Krakatau.

