IHSG Ambles 4,52 Persen! Konflik Iran-Israel dan Sentimen Domestik Bikin Investor Kabur

Intime – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terpuruk pada perdagangan Senin (8/6). IHSG anjlok 252,63 poin atau 4,52 persen ke level 5.342,14 akibat kombinasi sentimen negatif dari dalam dan luar negeri.

Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga ikut tertekan. Indeks tersebut turun 30,67 poin atau 5,50 persen ke posisi 527,08.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan tekanan jual masih mendominasi pasar. Menurut dia, investor merespons sejumlah faktor yang dinilai meningkatkan ketidakpastian ekonomi dan pasar keuangan.

“Tekanan jual berlanjut akibat faktor negatif dari global dan domestik,” kata Ratna dalam kajiannya, Senin.

Dari sisi global, konflik Iran dan Israel kembali memanas setelah kedua negara dilaporkan saling melakukan serangan. Situasi ini memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan pasar energi dunia.

Dampaknya, harga minyak mentah melonjak lebih dari 4 persen. Kenaikan harga energi tersebut memicu kekhawatiran inflasi global akan kembali meningkat.

Selain itu, pelaku pasar juga memperkirakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama. Ekspektasi sikap hawkish The Fed membuat investor cenderung menghindari aset berisiko, termasuk saham.

Tekanan tidak hanya terjadi di Indonesia. Bursa saham Asia juga kompak melemah mengikuti koreksi Wall Street dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Secara teknikal, Ratna menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dalam waktu dekat. Bahkan, indeks diperkirakan dapat menguji level 5.100 apabila sentimen negatif belum mereda.

Sepanjang perdagangan, seluruh sektor IDX-IC ditutup di zona merah. Sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 6,47 persen. Disusul sektor industri yang turun 6 persen dan sektor transportasi-logistik yang terkoreksi 5,43 persen.

Aktivitas perdagangan tercatat mencapai 2,21 juta transaksi dengan nilai Rp21,74 triliun. Sebanyak 661 saham melemah, 78 saham menguat, dan 771 saham bergerak datar.

Koreksi tajam tersebut menandai salah satu pelemahan harian terbesar IHSG tahun ini di tengah meningkatnya tekanan dari faktor domestik maupun global.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img