Intime – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan penguatan tajam pada awal perdagangan Kamis (5/11). Hingga pukul 09.56 WIB, indeks melesat kencang 2,04 persen ke posisi 5.020,36, sekaligus membawa IHSG kembali berhasil menembus level psikologis 5.000.
Pergerakan indeks dibuka pada level 4.998,34. Sepanjang perdagangan sesi pagi, IHSG bergerak dinamis di rentang terendah 4.995,45 hingga sempat menyentuh level tertinggi di posisi 5.069,91. Total volume perdagangan mencapai 3,478 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,306 triliun dan frekuensi 142.933 kali. Nilai kapitalisasi pasar tercatat berada di angka Rp8.874 triliun.
Dominasi sentimen positif terlihat dari penguatan 478 saham, sementara 84 saham melemah dan 90 saham stagnan. Kenaikan ini melampaui proyeksi Morning Ring Sinarmas Sekuritas yang sebelumnya memperkirakan IHSG mencoba resistance 4.980 setelah ditutup pada level 4.919 di hari Rabu. Untuk perdagangan hari ini, resistance berikutnya diproyeksikan berada di 5.064 dan 5.185, sedangkan area support terdekat berada di rentang 4.820 hingga 4.540.
Laju hijau IHSG sejalan dengan reli bursa global. Pasar saham Wall Street ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu. Indeks Dow Jones memimpin kenaikan sebesar 3,03 persen, disusul S&P 500 yang naik 1,58 persen dan Nasdaq sebesar 1,44 persen. Penguatan bursa AS didorong kepastian hasil pemilu tengah semester yang memenangkan Partai Demokrat, sehingga meredakan ketidakpastian pasar.
Dari dalam negeri, investor cenderung bersikap optimistis sambil menantikan rilis resmi data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026. Sementara dari isu makro global, defisit neraca perdagangan AS menyempit menjadi 105 miliar dollar AS pada September 2026, ditopang kenaikan ekspor 1,9 persen dan impor 1,2 persen.
Di sisi lain, dari pasar komoditas, harga minyak mentah jenis WTI mengalami penurunan sebesar 8 persen ke level 88 dollar AS per barel pada perdagangan Rabu. Pelemahan harga minyak yang merosot dalam tiga hari berturut-turut ini dipicu oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap potensi meredanya konflik antara AS dan Iran.

