Intime — Habib Rizieq Shihab mendesak Presiden Prabowo Subianto mengambil tindakan tegas terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas) yang disebutnya beranggotakan dan dipimpin preman. Ia bahkan meminta pemerintah membubarkan ormas tersebut serta menangkap pimpinan yang dinilai mengganggu ketertiban masyarakat.
Desakan itu disampaikan Rizieq saat menanggapi aksi seorang petinggi ormas yang disebut-sebut terlibat dalam demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Pernyataannya disampaikan melalui tayangan video yang beredar di media sosial pada Minggu (30/8).
“Meminta kepada Bapak Presiden, begitu juga menteri-menteri yang terkait, organisasi preman tersebut bubarkan,” kata Rizieq.
Menurutnya, keberadaan kelompok yang disebutnya sebagai ormas beranggotakan preman justru mengganggu ketenangan masyarakat. Karena itu, ia meminta aparat tidak hanya mengambil tindakan terhadap kelompok masyarakat tertentu, tetapi juga tegas terhadap pihak yang dituding melakukan aksi premanisme.
“Dia hanya mengganggu ketenangan masyarakat. Betul? Setuju tidak? Pimpinan premannya tangkap, jebloskan ke penjara!” tegasnya.
Rizieq juga mengkritik aparat yang dinilainya cepat melakukan penangkapan terhadap ulama, ustaz, habib maupun santri. Ia mempertanyakan sikap aparat jika berhadapan dengan kelompok yang disebutnya sebagai preman.
“Jangan kalau nangkap kiai cepat, nangkap ustadz cepat, nangkap habib cepat, nangkap santri cepat, nangkap preman takut!” cetusnya.
Ia kemudian menyerukan kepada jemaahnya agar tidak takut menghadapi tindakan yang dinilai sebagai premanisme.
“Ayo semua saya mau tanya, siap lawan preman? Siap lawan preman? Siap usir preman? Takbir!” imbuhnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena Rizieq secara terbuka mendorong pemerintah menggunakan kewenangannya untuk membubarkan ormas yang dituding menjadi wadah premanisme. Ia juga meminta aparat penegak hukum memberikan perlakuan yang sama terhadap siapa pun yang diduga mengganggu ketertiban masyarakat.

