Jangan Coba Main-main! TNI–Polri Ancam Sikat Habis Mafia BBM dan LPG Subsidi

Intime – Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Bareskrim Polri dalam memberantas penyalahgunaan LPG dan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Tidak hanya pelaku utama, pihak yang menjadi beking dalam praktik ilegal ini juga dipastikan akan ditindak tegas tanpa ampun.

Komandan Puspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto menegaskan komitmen tersebut. Ia menyatakan TNI siap bersinergi dengan Bareskrim Polri, khususnya Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter), dalam mengusut tuntas kejahatan di sektor energi.

“TNI mendukung penuh penegakan hukum. Kami sudah bersinergi dengan Bareskrim, terutama Dittipidter, untuk membantu menyelesaikan persoalan penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi,” ujar Yusri, di Jakarta, Senin (4/5).

Ia menegaskan, tidak ada toleransi bagi prajurit TNI yang terbukti terlibat. Tindakan tegas akan langsung dijatuhkan.

“Kalau ada oknum yang terlibat, kami tidak akan mentolerir dan siap membantu penegakan hukum,” tegasnya.

Sikap keras juga disampaikan Bareskrim Polri. Direktur Tindak Pidana Tertentu Brigjen M. Irhamni memastikan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi personel Polri yang bermain dalam praktik ilegal tersebut.

“Setiap keterlibatan, baik sebagai pelaku maupun pemberi perlindungan atau backing, akan kami tindak tegas. Tidak ada toleransi,” ujarnya.

Sepanjang awal tahun hingga 1 Mei 2026, Bareskrim Polri telah mengusut 403 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi dengan total 517 tersangka.

Kasus terbaru terjadi di Klaten, Jawa Tengah, di mana dua tersangka diringkus di sebuah gudang. Dari lokasi tersebut, polisi menyita 1.465 tabung gas berbagai ukuran, terdiri dari tabung 3 kilogram, 12 kilogram, hingga 50 kilogram, baik dalam kondisi kosong maupun berisi.

Selain itu, diamankan pula enam unit kendaraan pick up, tiga troli, dua timbangan duduk, puluhan selang regulator, serta ratusan tutup segel tabung.

Bareskrim memastikan penyidikan tidak berhenti di situ. Pengembangan terus dilakukan untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

“Penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas,” pungkas Irhamni.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini