Jenderal Bintang 4 Terseret Dugaan Penyadapan Pejabat Negara, Kapolri Diminta Terbuka

Intime – Pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, mendesak Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan penjelasan terbuka terkait isu dugaan penyadapan percakapan pejabat negara yang menyeret nama seorang jenderal polisi bintang empat.

Bambang menilai, penjelasan dari Kapolri diperlukan agar informasi yang beredar tidak berkembang menjadi spekulasi di tengah masyarakat. Terlebih, persoalan tersebut menyangkut kerahasiaan negara dan sistem keamanan nasional.

“Kapolri harus segera menjelaskan kepada publik agar isu yang berkembang tidak semakin liar yang malah kontraproduktif dengan program Kapolri sendiri,” kata Bambang, Selasa (3/11).

Ia meminta Polri menjelaskan secara terperinci siapa pejabat yang diduga melakukan penyadapan, siapa pihak yang menjadi sasaran, kapan tindakan itu berlangsung, serta apa motif di baliknya.

Menurut Bambang, dugaan penyadapan terhadap pejabat negara tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan individu. Ia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan dan mekanisme pengawasan internal Polri agar kejadian serupa tidak terulang.

Desakan tersebut muncul di tengah kabar pemeriksaan sejumlah perwira tinggi dan perwira menengah oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri.

Informasi yang beredar menyebut seorang perwira berpangkat jenderal bintang empat berinisial L sempat diamankan untuk menjalani pemeriksaan internal. Namun, perwira tersebut dikabarkan telah dilepaskan setelah pemeriksaan.

Hingga kini, Polri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai identitas jenderal tersebut maupun dugaan keterlibatannya dalam penyadapan percakapan pejabat negara.

Pemeriksaan sejumlah perwira itu juga dikaitkan dengan dugaan pengerahan massa dalam sebuah aksi di Yogyakarta. Meski demikian, hubungan antara pemeriksaan tersebut dengan isu penyadapan belum dijelaskan secara terbuka.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir turut dimintai keterangan mengenai informasi tersebut di Mabes Polri. Johnny menyatakan akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait kabar pemeriksaan dan dugaan penyadapan.

Ia juga menyampaikan bahwa evaluasi pengamanan dilakukan setelah pelaksanaan tugas pengamanan selesai.

Sampai Selasa (3/11), belum ada keterangan resmi yang memastikan identitas jenderal bintang empat berinisial L tersebut ataupun keterlibatannya dalam dugaan penyadapan. Karena itu, informasi yang beredar masih perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini