Perawat di Bantul Diduga Dilecehkan Pasien Saat Periksa Tensi, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Intime – Seorang perawat perempuan di sebuah rumah sakit di Sewon, Bantul, melaporkan pasien laki-laki berusia 57 tahun atas dugaan pelecehan seksual. Peristiwa itu disebut terjadi saat korban sedang memeriksa tekanan darah pasien pada Senin (26/10) sekitar pukul 18.00 WIB.

Korban bercerita, pasien tersebut telah menjalani rawat inap sejak Sabtu (24/10). Selama dirawat, pasien tidak ditunggui keluarga selama 24 jam.

Pada Senin sore, korban hendak melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital sekaligus memberikan obat antibiotik. Namun, pasien tidak berada di dalam kamar. Korban kemudian mencarinya dan mendapati pasien berada di luar ruangan.

Korban meminta pasien kembali ke kamar karena kondisi kakinya sedang sakit. Ia juga meminta pasien berbaring agar pemeriksaan dan pemberian obat bisa dilakukan. Akan tetapi, pasien memilih duduk.

“Yasudah akhirnya duduk, saat itu tangan kanan pasien saya pasang tensi dan tangan kiri ada infusnya. Nah, saya posisinya di sebelah kanan pasien dan tangan yang ditensi itu tahu-tahu naik megang bagian dada,” ujar korban.

Korban mengaku langsung menepis tangan pasien dan menegurnya. Ia kemudian melepas alat tensi, keluar dari kamar, lalu menghubungi petugas keamanan rumah sakit.

Satpam datang untuk menegur pasien. Korban juga menghubungi atasannya, sedangkan pihak rumah sakit menghubungi keluarga pasien agar datang.

Menurut korban, keluarga pasien menyatakan bahwa pasien tidak memiliki gangguan jiwa dan tidak sedang mengonsumsi obat tertentu. Korban juga mengklaim pasien mengakui tindakannya dilakukan dengan sengaja, meski hanya menyampaikan permintaan maaf.

Sehari setelah kejadian, Selasa (27/10), rumah sakit menggelar mediasi dengan keluarga pasien. Korban tidak hadir karena memilih membatasi pertemuan langsung dengan pasien tersebut.

Dalam mediasi itu, keluarga pasien disebut meminta agar persoalan tidak dilanjutkan ke jalur hukum. Namun, keputusan untuk melapor diserahkan kepada korban.

Korban akhirnya mendatangi Polsek Sewon pada Jumat (30/10). Ia mengaku tidak didampingi pihak rumah sakit saat membuat laporan, meski rumah sakit bersedia menyediakan saksi apabila diperlukan.

Kejadian tersebut membuat korban mengalami trauma. Ia mengaku sempat menangis ketika ditanya mengenai peristiwa itu dan kemudian berkonsultasi dengan psikolog.

Kanit Reskrim Polsek Sewon Iptu Agus Rudatiyono membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual tersebut. Polisi masih meminta keterangan sejumlah saksi yang diajukan pelapor.

“Memang benar ada laporan dari korban, dan prosesnya saat ini masih melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi yang ditunjuk dari pelapor. Jadi masih dalam penyelidikan,” kata Agus, Senin (2/11) malam.

Agus mengatakan, pasien yang dilaporkan juga akan dimintai keterangan untuk kepentingan penyelidikan.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini