Intime – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menegaskan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak otomatis membuat Presiden Prabowo Subianto ikut lengser.
Jerry menjelaskan, mekanisme pemberhentian presiden dan wakil presiden diatur dalam Pasal 7A dan 7B UUD 1945. Menurut dia, proses tersebut dapat dilakukan secara terpisah, sehingga pemberhentian wakil presiden tidak harus diikuti pemberhentian presiden.
“Bodoh kalau ada yang bilang Gibran berlaku atas Presiden Prabowo. Kalau secara hukum dan legitimasi wapres secara sah sudah gugur dan dia sudah tak lagi wapres lagi, ya jangan nyeret-nyeret Prabowo yang ijazahnya resmi. Kalau ada yang menyatakan bahwa ijazah Prabowo palsu, itu sama saja dengan mencemarkan nama baik,” kata Jerry kepada awak media, Selasa (3/11).
Jerry mengaku heran dengan pihak-pihak yang bersikeras membela Gibran melalui konten-konten provokatif. Ia menyoroti narasi yang menyebut Prabowo juga akan lengser apabila Gibran diberhentikan dari jabatan wakil presiden.
Menurut Jerry, polemik yang berkembang berkaitan dengan ijazah Gibran, bukan dokumen pendidikan Prabowo.
“Prabowo tak ada masalah dengan ijasahnya. Yang masalah kan kasus ijazah bodong dan suket palsu Gibran,” ujarnya.
Ia mengatakan keabsahan ijazah Prabowo telah dibuktikan sejak Prabowo memasuki pendidikan ABRI, yang kini menjadi TNI. Selain itu, Prabowo tercatat telah tiga kali mengikuti pemilihan presiden.
Jerry juga melontarkan kritik terhadap kelompok pendukung Gibran dan relawan Jokowi yang menurutnya membangun narasi bahwa pemberhentian Gibran akan berimbas pada Prabowo.
Lebih lanjut, Jerry menyarankan agar Gibran langsung dimakzulkan tanpa perlu melalui hak angket DPR. Ia menyebut putusan MK dan MA dapat menjadi landasan bagi partai politik di parlemen untuk mengambil langkah tersebut.
Jerry turut mengingatkan potensi dampak politik bagi Prabowo jika tetap mempertahankan Gibran. Pertama, publik dapat menilai Prabowo melindungi wakil presiden yang dianggapnya bermasalah secara hukum.
Kedua, Prabowo bisa dinilai tidak tegas dalam menyikapi polemik tersebut. Ketiga, demonstrasi yang menuntut Gibran turun dari jabatan wakil presiden dikhawatirkan terus berlangsung.

