Intime – Peneliti media dan politik Buni Yani menyoroti safari politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurutnya, Jokowi sebaiknya lebih fokus menghadapi persidangan dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah yang akan dimulai pada awal Juli 2026.
Pernyataan itu disampaikan Buni Yani melalui akun Facebook pribadinya pada Sabtu (27/6).
“Jokowi sebaiknya tidak usah keliling-keliling atau alasan sakit atau apalah. Utamakan datang ke pengadilan. Hormati hukum,” kata Buni.
Menurut Buni, Jokowi perlu mempersiapkan diri secara matang menjelang persidangan. Ia berharap mantan presiden itu hadir langsung mengikuti proses hukum.
“Kuatkan hatimu, Jokowi. Setiap perbuatan ada balasannya. Ayo semangat hadir di pengadilan,” ujarnya.
Buni juga menilai masyarakat berhak memperoleh kepastian terkait polemik ijazah yang selama ini menjadi perdebatan.
“Rakyat menuntut kebenaran dan keadilan soal ijazah Jokowi. Dia harus hadir di sidang. Apakah ijazahnya asli atau palsu?” lanjutnya.
Di tengah sorotan tersebut, Jokowi diketahui telah memulai safari politik bersama PSI sejak Jumat (26/6). Lampung dan Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi dua daerah pertama yang dikunjungi.
Agenda tersebut merupakan bagian dari rencana perjalanan politik Jokowi ke 38 provinsi untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat konsolidasi PSI di berbagai wilayah.
Sementara itu, perkara dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah dijadwalkan mulai disidangkan pada awal Juli 2026. Dalam kasus itu, Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr. Tifa telah ditetapkan sebagai tersangka.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari pihak Jokowi terkait kritik Buni Yani maupun soal rencana kehadirannya dalam persidangan tersebut


