spot_img

Jokowi Tak Rela Kehilangan Kekuasaan

Intime – Analis kebijakan publik Muhammad Said Didu menilai mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupaya mempertahankan pengaruh politiknya meski telah mengakhiri masa jabatan sebagai presiden.

Hal itu disampaikan Said Didu dalam tayangan di kanal YouTube Forum Keadilan TV yang dikutip pada Jumat (3/7).

Menurut Didu, keinginan mempertahankan kekuasaan sudah terlihat ketika Jokowi masih menjabat sebagai presiden. Ia menyinggung munculnya wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

“Bahkan saat masih berkuasa, Jokowi mencetuskan tiga periode,” kata Said Didu.

Didu menyebut gagasan tersebut sempat disuarakan oleh sejumlah elite partai politik. Ia menyebut nama Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, hingga Ketua DPD RI saat itu AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Namun, menurutnya, rencana tersebut akhirnya tidak berjalan karena terbentur aturan konstitusi. Ia merujuk Pasal 7 UUD 1945 yang membatasi masa jabatan presiden maksimal dua periode.

Selain itu, Didu menyebut wacana tersebut juga tidak mendapatkan restu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

“Selain itu tak direstui Megawati,” ujarnya.

Didu kemudian menilai Jokowi mencari alternatif lain untuk menjaga kesinambungan pengaruh politiknya. Ia mengaitkan hal itu dengan majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

Menurutnya, pencalonan Gibran tidak terlepas dari putusan Mahkamah Konstitusi yang mengubah ketentuan syarat usia calon presiden dan calon wakil presiden.

“Jokowi lalu paksakan anaknya lewat keputusan MK. Apalagi Ketua MK Anwar Usman merupakan ipar Jokowi,” ujar Didu.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini