Intime – Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti video seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yang diduga mengolok-olok siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang dikabarkan mengalami gangguan ingatan setelah diduga mengalami keracunan MBG.
Nurhadi meminta seluruh pegawai SPPG mengedepankan empati ketika terjadi persoalan yang menyangkut kesehatan penerima manfaat.
“Saya sangat menyayangkan adanya tindakan pegawai SPPG di Bantul yang diduga membuat konten yang dianggap mengejek masyarakat yang sedang menjadi korban dugaan keracunan MBG,” kata Nurhadi kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/9).
Dia mengatakan penyelenggara MBG seharusnya memberikan perhatian kepada penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan, bukan membuat konten yang berpotensi memperburuk keadaan.
“Ketika ada masalah, respons pertama haruslah empati, kemudian investigasi dan perbaikan,” ujarnya.
Nurhadi mengapresiasi langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah memberikan teguran dan meminta klarifikasi terhadap pegawai tersebut. Namun, menurutnya, pembinaan harus dilakukan secara menyeluruh.
Ia meminta BGN membina seluruh pegawai dan pengelola SPPG mengenai etika pelayanan publik, komunikasi dengan masyarakat, penggunaan media sosial, hingga penanganan persoalan keamanan pangan.
Nurhadi juga mendorong BGN membuat kode etik dan standar perilaku yang berlaku bagi seluruh personel SPPG. Menurutnya, tidak boleh ada petugas yang menjadikan persoalan kesehatan penerima MBG sebagai bahan candaan atau memberikan komentar yang menyalahkan korban.
“Jangan sampai rakyat yang sudah mengalami persoalan akibat program pemerintah kemudian justru merasa dilecehkan oleh orang yang seharusnya melayani mereka,” kata politikus Partai NasDem itu.
Menurut Nurhadi, SPPG bukan sekadar dapur untuk memproduksi makanan. Para pegawainya merupakan bagian dari pelaksana program pemerintah sehingga perilaku mereka ikut menentukan kepercayaan publik terhadap MBG.
Sebelumnya, video seorang pegawai SPPG Dlingo, Bantul, viral di media sosial. Pegawai yang diketahui berposisi sebagai pengawas keuangan itu terlihat menyantap chicken katsu sambil mengucapkan pernyataan mengenai kehilangan ingatan.
Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko membenarkan pegawai tersebut merupakan bagian dari SPPG Dlingo. BGN kemudian memberikan teguran setelah melakukan klarifikasi.

