Pergantian Kapolri Indikasi Awal Bersih-bersih ‘Geng Solo’

Intime – Pergantian Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo oleh Komjen Pol. Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri dinilai menjadi sinyal perubahan konfigurasi kekuasaan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Riset IndoStrategi Research Intelligence Ali Noer Zaman bahkan menyebut pergantian tersebut sebagai indikasi awal proses yang dia istilahkan sebagai “bersih-bersih geng Solo”.

“Pergantian Kapolri merupakan indikasi dimulainya secara perlahan bersih-bersih geng Solo. Hal itu dilakukan dengan memberi kewenangan yang lebih kecil pada Sigit Sigit. Ia diganti oleh Suyudi Ario Seto yang memiliki kedekatan dengan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad,” kata Ali kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/10).

Presiden Prabowo sebelumnya melantik Suyudi sebagai Kapolri di Istana Negara, Kamis (1/10). Sementara Listyo Sigit dipindahkan ke posisi Kepala Staf Kepresidenan.

Ali mengatakan pergantian Kapolri tidak berdiri sendiri. Perubahan tersebut berbarengan dengan reshuffle Kabinet Merah Putih yang menyentuh sejumlah posisi strategis.

Arrmanatha Christiawan Nasir ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri menggantikan Sugiono. Sugiono kemudian dipindahkan menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggantikan Pratikno.

Selain itu, Bahlil Lahadalia mendapat jabatan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi. Bahlil tetap memegang jabatan Menteri ESDM.

Menurut Ali, penunjukan Arrmanatha dapat menjadi penanda perubahan pembagian perhatian pemerintah antara urusan luar negeri dan domestik.

“Penunjukan Arrmanatha Nasir bisa dimakna bahwa Kemenlu akan diberi peran lebih besar dalam diplomasi internasional sementara Prabowo kemungkinan akan memberi perhatian lebih banyak ke masalah dalam negeri,” ujarnya.

Ali juga menyoroti posisi Bahlil. Menurut dia, masuknya Ketua Umum Partai Golkar itu ke posisi menteri koordinator menunjukkan semakin dekatnya relasi Golkar dengan Prabowo.

“Kejutan dalam reshuffle ini adalah pemberian kursi menko ke Bahlil, menunjukkan semakin dekatnya relasi Golkar dan Prabowo,” katanya.

Ali menilai perubahan di kepolisian dan kabinet tersebut perlu dicermati sebagai bagian dari dinamika pemerintahan sekaligus persiapan menghadapi kontestasi politik 2029.

“IndoStrategi Research Intelligence menilai perubahan di tubuh kepolisian dan kabinet tersebut perlu dicermati sebagai bagian dari dinamika pemerintahan sekaligus konsolidasi politik menuju 2029,” tutupnya.

Berikut daftar pejabat yang dilantik Presiden Prabowo pada Kamis kemarin, 1 Oktober 2026:

1. Dudung Abdurachman sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menkopolkam)
2. Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM
3. Sugiono sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)
4. Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian
5. Nurcholisoh Ibnu Aman sebagai Wakil Menteri Keuangan
6. Lucky Alfirman sebagai Wakil Menteri Keuangan
7. Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Menteri Pertanian
8. Irwan Meilano sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan
9. Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP)
10. Komjen Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reformasi Agraria Nasional
11. Drajad Wibowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Perekonomian
12. Arrmanatha Nasir sebagai Menteri Luar Negeri
13. Aryanto Wibowo sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)
14. Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman Republik Indonesia
15. Radian Syam sebagai Wakil Ketua Ombudsman Republik Indonesia
16. Muhammad Fadil Imran sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Indonesia Terkini